Top Choice for Your Business

Klik untuk hubungi kami >> Contact Us

Mengenal Lebih Jauh tentang Operasi Plastik, Tidak Hanya Soal Estetik

Apa yang terlintas di pikiranmu ketika mendengar tentang bedah plastik? Tak sedikit orang yang mengaitkannya dengan usaha untuk memperbaiki penampilan dengan tindakan medis, padahal sebenarnya bedah plastik mencakup lebih dari itu. Bedah plastik sendiri dibagi menjadi bedah plastik rekonstruksi dan estetik.

Mau tahu, seberapa banyak prosedur bedah plastik yang dilakukan dalam satu tahun? Dan prosedur bedah plastik apa yang paling populer dilakukan, baik di Indonesia maupun dunia?

1. Di tahun 2018, ada sekitar 10.607.227 prosedur operasi di seluruh dunia

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh The International Society of Plastic Surgery (ISAPS) di tahun 2018, ada sekitar 10.607.227 prosedur operasi di seluruh dunia. Dari survei itu, ditemukan bahwa Brazil menjadi negara dengan prosedur bedah terbanyak, mencapai 1.492.383 prosedur. Menurut dr. Arif, data terkait prosedur bedah paling umum di Indonesia saat ini masih disusun.

Mengintip ke negara tetangga, Thailand, terdapat 140.123 prosedur di tahun 2018, yang dibagi menjadi 105.105 prosedur bedah dan 35.018 prosedur non-bedah. Thailand pun berada di urutan ke-10 dalam daftar negara dengan jumlah prosedur terbanyak, berdasarkan data dari ISAPS.

2. Bedah plastik sendiri dibagi menjadi dua, yaitu rekonstruksi dan estetik

Tidak sedikit orang yang memaknai bedah plastik sebagai operasi kecantikan belaka. Padahal, menurut dr. Arif, bedah plastik terdiri dari rekonstruksi dan estetik. Bahkan, akar dari bedah plastik adalah dari rekonstruksi. Bedah plastik rekonstruksi memiliki sub spesialistik, yakni luka bakar, kraniofasial, bedah mikro, bedah tangan, dan genetalia externa.

Sementara, bedah estetik memiliki cakupan yang luas yang meliputi non-invasif, invasif, dan sangat invasif. Contoh non-invasif adalah dengan hidup sehat dan skincare, invasif adalah peeling, botox, laser, filler, dan thread lift, serta sangat invasif seperti pembedahan, yaitu rhinoplasty, breast implant, orthognatic, abdominoplasty, dan face lift,” tutur dr. Arif.

3. Apa saja yang ditangani oleh bedah plastik rekonstruksi?

Baca Juga  Makin Diberkahi, Ini 5 Manfaat Hebat dari Sedekah dalam Hidupmu

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, bedah plastik rekonstruksi memiliki lima sub spesialistik, yakni luka bakar, kraniofasial, bedah mikro, bedah tangan, dan genetalia externa. Di sub spesialistik luka bakar, dokter bedah plastik bertanggung jawab tidak hanya di saat operasi, tetapi juga terkait terapi cairan, antibiotik, hingga penutupan luka baik tembel kulit (skin graft) hingga memindahkan jaringan beserta pembuluh darahnya (flap).

Apakah berhenti sampai di sana? Tentu tidak, karena dokter masih perlu bertanggung jawab untuk pencegahan komplikasi fase lanjut seperti keloid dan kontraktur.

Selanjutnya di sub spesialistik kraniofasial, dokter bedah plastik akan menangani kelainan kraniofasial bawaan, seperti bibir sumbing, celah langit-langit, facial cleft, dan craniosynostosis. Dokter juga menangani kraniofasial trauma, yaitu penanganan bedah plastik akibat kecelakaan,” terang lulusan Universitas Airlangga ini.

Selain itu, ada pula sub spesialistik bedah tangan, di mana dokter akan menangani kelainan tangan bawaan dan trauma. Kelainan bawaan ialah sindaktili (jari menempel) dan polidaktili (jari lebih dari 5), serta menangani trauma seperti patah tulang tangan dan jari putus sehingga pembuluh darahnya harus disambung lagi.

Tak ketinggalan, ada bedah mikro yang memerlukan mikroskop untuk operasinya. Bedah mikro dibutuhkan jika ada kelainan keganasan. Jika keganasan sudah dibuang lalu meninggalkan defek luas, maka perlu diambilkan kulit dan pembuluh darah dari bagian tubuh lain, misalnya dari kulit paha untuk wajah.

Dan terakhir ada genetalia externa yang menangani kelainan bawaan seperti hipospadia, yaitu lubang kencing tidak di ujung penis, melainkan di batang penis bagian bawah. Sub spesialistik ini juga mencakup operasi kelamin, tetapi tidak semua orang dan tidak semua rumah sakit mendapatkan izin untuk melakukan prosedur ini.

4. Lantas, prosedur apa saja yang ditangani oleh bedah estetik?

Menurut dr. Arif, ada empat prosedur bedah plastik estetik yang sering didengar masyarakat umum, yaitu rhinoplasty, implan payudara, liposuction atau abdominoplasty, dan blepharoplasty. Untuk rhinoplasty, operasi ini bertujuan untuk memperbaiki bentuk hidung yang tidak harmonis. Operasi ini bisa memakai silikon atau tubuh pasien sendiri, misalnya tulang rawan dari sekat hidung (septum nasal), daun telinga (aurikula), dan tulang iga (costae).

Setiap bahan memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Misalnya, waktu operasi akan lebih cepat dan bisa menggunakan bius lokal jika memakai silikon. Sementara, tulang rawan memerlukan bius umum dan harus membuka organ tubuh untuk mengambil tulang rawan. Silikon juga punya kekurangan, yakni ada kemungkinan penolakan dari tubuh sehingga bisa menyebabkan radang dan infeksi,” ujar dr. Arif.

Berlanjut ke implan payudara, implan ini bisa dibuat dari bahan sintetik seperti silikon atau dari tubuh pasien sendiri, seperti fat graft yang diambil dari perut atau paha. Lalu, implan ini diletakkan di bawah kelenjar susu atau di balik otot dada.

Lalu, ada liposuction dan abdominoplasty sebagai dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Liposuction bertujuan untuk body contouring dan dikerjakan di berbagai area, paling sering di perut, panggul, paha, lengan, dan double chin. Sementara, abdominoplasty merupakan tindakan membuang kulit perut hingga di atas dinding otot perut,” ungkap pegiat dunia aviasi ini.

Dan terakhir ada blepharoplasty atau operasi kelopak mata, yang dibagi menjadi operasi kelopak mata atas dan bawah. Keluhan untuk kelopak mata bawah adalah baggy eyes atau kantong mata. Tindakan pembedahan dilakukan dengan membuang kulit berlebih atau lemak di area tersebut.

Baca Juga  Tips Dunia Advertising

Sementara, keluhan paling sering untuk kelopak mata atas adalah blepharoptosis (kelopak mata jatuh) yang ditangani dengan blepharoplasty atas, bisa dengan membuang kulit atau otot, jika diperlukan. Sedangkan keluhan kantong mata dikerjakan blepharoplasty bawah dengan membuang lemak atau preservasi lemak untuk didistribusikan. Double eyelid surgery juga populer dan dilakukan dengan membuatkan kelopak mata baru.

5. Sebelum menjalani bedah plastik, apa saja yang harus dikonsultasikan dengan dokter?

Tentunya, sebelum operasi dimulai, pasien harus berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Menurut dr. Arif, konsultasi ini dilakukan untuk memastikan apa tujuan pasien melakukan operasi.

Apakah keinginan dari pasien sendiri atau ada orang lain yang meminta. Selain itu, konsultasi berguna untuk mendeteksi gangguan psikiatri seperti body dysmorphic disorder.

Konsultasi bertujuan untuk memastikan pasien layak operasi. Pemeriksaan fisik pun akan dilakukan secara teliti dan cermat,” tegas dr. Arif.

Selain itu, dokter akan mencari tahu apakah ada kondisi komorbid pasien, seperti diabetes mellitus, hipertensi, penyakit jantung, dan usia pasien. Sebab, ini akan memengaruhi proses penyembuhan dan bisa menyebabkan komplikasi, seperti luka yang gagal menutup.

Baca Juga  Mengenal Agensi Periklanan: Tugas, Lingkup Kerja, dan Jenisnya

Riwayat obat-obatan pasien juga harus diketahui oleh dokter. Sebagai contoh, obat pengencer darah perlu dihentikan 2 minggu sebelum operasi karena akan membuat pendarahan sulit dikontrol saat operasi dan pasca operasi.

6. Tetapi ingat, bedah plastik juga punya efek samping!

Ada berbagai macam alasan mengapa orang-orang melakukan bedah plastik. Untuk bedah plastik rekonstruksi, tujuannya adalah memperbaiki yang abnormal menjadi normal. Contohnya, operasi bibir sumbing dilakukan agar penampilan menjadi lebih baik dan tidak menimbulkan rasa malu.

Begitu pula dengan rekonstruksi tulang dan jaringan lunak pada pasien kecelakaan bertujuan supaya wajah pasien mendekati seperti sebelum kecelakaan terjadi. Dan bedah estetik biasanya bertujuan untuk memperbaiki penampilan,” tutur dr. Arif.

Tentu saja, bedah plastik memiliki efek samping. Efek jangka pendeknya adalah pendarahan, bengkak, infeksi, jahitan terlepas, atau penolakan pada implan, seperti yang kerap terjadi pada operasi hidung atau payudara. Sementara, efek jangka panjangnya ialah bentuknya berubah menjadi abnormal atau asimetris, terjadi capsular contracture pada implan payudara serta kembali ke bentuk semula, seperti pada liposuction.

WhatsApp chat