Kebahagiaan ingin dirasakan oleh setiap orang dalam setiap fase kehidupan. Namun, seseorang yang memiliki fobia atau ketakutan merasakan kebahagiaan akan mengalami kondisi yang berbeda-beda.
Cherophobia adalah individu yang ketakutannya akan kebahagiaan mengarah pada penghindaran perasaan situasi yang menyenangkan. Belum banyak referensi tentang ketakutan ini. Berdasarkan asal kata dari bahasa Yunani ‘chairo’ yang berarti ‘bersukacita’.
Dilansir dari Positive Psychology, cherophobia adalah perasaan enggan atau takut akan kebahagiaan yang diakui sebagai gangguan klinis menurut The Diagnostic and Statistical Manual of Mental Diorders.
Dalam studi psikologis, kebahagiaan digunakan untuk merujuk pada istilah ‘kesejahteraan subjektif’ dan diukur dengan laporan kepuasan hidup serta efek positif dan negatifnya.
Kebahagiaan dalam masyarakat barat sering dipandang sebagai tujuan hidup tertinggi. Artinya tujuan ini diperjuangkan oleh semua manusia. Namun, seseorang yang mengalami cherophobia memiliki alasan berikut untuk enggan menikmati kebahagiaan.
Berpikir bahwa kebahagiaan adalah awal dari hal-hal buruk
Pernahkah Anda memiliki keyakinan bahwa ketika semuanya berjalan dengan baik, sesuatu yang buruk akan terjadi di kemudian hari? Faktanya, secara kualitatif, hal ini telah diteliti di Jepang oleh Uchida dan Kitayama pada tahun 2009, bahwa kebahagiaan dapat menimbulkan konsekuensi negatif akibat pengabaian.
Ketakutan akan kebahagiaan muncul karena dua alasan. Pertama, karena takut kehilangan kendali atas emosi yang dirasakan. Kedua, dia tidak menyukai kebahagiaan karena takut kehilangan rasa bahagia yang baru saja dia capai.
Merasa bersalah karena bahagia
Seseorang mungkin percaya bahwa perasaan bahagia bisa membuatnya menjadi orang yang lebih buruk. Ben-Shahar pada tahun 2002 mengemukakan bahwa seseorang mungkin takut akan kebahagiaan karena rasa bersalahnya terhadap orang lain yang merasakan sakit.
Mengekspresikan kebahagiaan memiliki efek buruk
Beberapa individu dan budaya tertentu, menurut psikolog dan peneliti Dr. Jessica Swainston, Ph.D., percaya bahwa mengungkapkan perasaan bahagia harus dihindari karena berpotensi negatif. Misalnya bisa memicu kecemburuan, kecemburuan, dan kecurigaan dari orang lain.
Mengejar kebahagiaan bisa meningkatkan ego
Gagasan bahwa mengejar kebahagiaan mungkin dianggap negatif bagi suatu budaya. Karena kebahagiaan dianggap sebagai pusat ego atau mengejar kebahagiaan pribadi bisa mengabaikan kebaikan bersama.
Dari sejumlah alasan yang disebutkan di atas, Swainston menyimpulkan bahwa rasa takut dan penolakan kebahagiaan sebagian besar terkait dengan budaya. Sedangkan efek pada seseorang dari rasa takut ini adalah tingkat keterbukaan, kesadaran, dan ekstraversi yang melemah.
Gejala perilaku cherophobia dikenali saat seseorang jauh dari kehidupan sosial. Dia lebih suka menyendiri dan membatasi kontak dengan dunia luar. Sedangkan gejala kognitif dikenali dengan lahirnya rasa bersalah saat mengungkapkan kebahagiaan di depan orang lain.
Untuk Pemasangan Billboard, Hubungi kami di :
WhatsApp / Office : +62813 1076 1888
Address : Perkantoran Grand Sudirman Blok D-18 Jl. Setia Maharaja, Pekanbaru 28282 , Riau – Indonesia
Email : [email protected]
Web : www.swastikaadvertising.com
Falcon Advertising, Swastika Advertising, Advertising, advertising agency, advertising pekanbaru, advertising riau, agency iklan pekanbaru, agency iklan riau, baliho pekanbaru, baliho riau, Billboard, billboard indo, billboard indonesia, Billboard Pekanbaru, billboard Riau, billboard terjangkau, dooh, lokasi baliho pekanbaru, lokasi baliho riau, lokasi billboard pekanbaru, lokasi billboard riau, marketing, media, ooh, out of home advertising, periklanan, reklame, sewa baliho pekanbaru, sewa baliho riau, sewa billboard pekanbaru, sewa billboard riau, sewa iklan pekanbaru, sewa iklan riau, sewa iklan, sewa reklame pekanbaru, sewa reklame riau, sewa billboard, spanduk, mini billboard, car billboard, spanduk




