Humas IDI Makassar, dokter Wachyudi Muchsin melakukan klarifikasi setelah menyatakan bahwa hasil tes rapid positif maupun negatif itu semuanya palsu dan alat itu bukan rekomendasi IDI.
Dokter Yudi mengatakan, rapid test negatif/ positif palsu hanya istilah, yang artinya tidak akurat bukan alat rapidnya yang palsu.
“Rapid Test hanyalah sebagai pemeriksaan skrining atau pemeriksaan penyaring bukan pemeriksaan penegakan diagnosa infeksi virus Covid-19 dan gold standar diagnosa Covid-19 adalah Swab/pcr,“ katanya.
Ia menambahkan, pernyataan saat itu memiliki pengertian multi tafsir. Pemilihan diksi, yang viral seolah olah alat rapid yang “palsu” padahal isi penjelasan tidak begitu tujuannya untuk testing Covid-19 secara tepat Gold Standar adalah Swab/PCR bukan rapid test karena banyak kasus rapid reaktif swab negatif atau rapid negatif hasil swab positif dan yang patut dipercaya adalah pemeriksaan swab/ pcr.
“Yang viral itu hanya bahasa yang multi tafsirkan, rapid test negatif/positif palsu hanya istilah yang artinya tidak akurat bukan alat rapidnya yang palsu,” ujar dr Yudi.
Rapid test, lanjut dr Yudi adalah metode skrining awal untuk mendeteksi antibodi, yaitu IgM dan IgG, yang diproduksi oleh tubuh untuk melawan virus Corona. Antibodi ini akan dibentuk oleh tubuh bila ada paparan virus.
“Tes yang dapat memastikan apakah seseorang positif terinfeksi virus Corona sejauh ini hanyalah memakai pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR). Pemeriksaan ini bisa mendeteksi langsung keberadaan virus Corona, bukan melalui ada tidaknya antibodi terhadap virus ini,” tegasnya.
Lebih jauh dokter Yudi menjelaskan bahwa Rapid tes itu sudah dilarang oleh WHO dan IDI Medan pun sejak di bulan Juli 2020 sudah melarang penggunaan alat Rapid Tes untuk tes ada atau tidak virus covid-19 dalam tubuh manusia semua pakai swab PCR
“Saya secara pribadi dan profesi dokter mengajak masyarakat untuk paham rapid tes bukan takaran ukuran seseorang kena atau bebas covid-19, tapi SWAB/PCR yang menjadi tolak ukur seseorang terpapar covid-19 atau tidak,” tutur dokter Yudi.
“Sekali lagi Rapid Tes hanyalah sebagai pemeriksaan skrining atau pemeriksaan penyaring bukan pemeriksaan untuk me diagnosa infeksi virus Covid-19 dan untuk gold standar diagnosa Covid-19 adalah swab/pcr yang pas,” tutupnya.
Sumber : fajar.co.id

Untuk Pemasangan Billboard, Hubungi kami di :
WhatsApp / Office : +62813 1076 1888
Address : Perkantoran Grand Sudirman Blok D-18 Jl. Setia Maharaja, Pekanbaru 28282 , Riau – Indonesia
Email : [email protected]
Web : www.swastikaadvertising.com
Falcon Advertising, Swastika Advertising, Advertising, advertising agency, advertising pekanbaru, advertising riau, agency iklan pekanbaru, agency iklan riau, baliho pekanbaru, baliho riau, Billboard, billboard indo, billboard indonesia, Billboard Pekanbaru, billboard Riau, billboard terjangkau, dooh, lokasi baliho pekanbaru, lokasi baliho riau, lokasi billboard pekanbaru, lokasi billboard riau, marketing, media, ooh, out of home advertising, periklanan, reklame, sewa baliho pekanbaru, sewa baliho riau, sewa billboard pekanbaru, sewa billboard riau, sewa iklan pekanbaru, sewa iklan riau, sewa iklan, sewa reklame pekanbaru, sewa reklame riau, sewa billboard, spanduk, mini billboard, car billboard, spanduk




