Top Choice for Your Business

Klik untuk hubungi kami >> Contact Us

Parah! Dua Jerapah Putih yang Sangat Langka Mati Dibunuh Pemburu Liar di Kenya

Parah! Dua Jerapah Putih yang Sangat Langka Mati Dibunuh Pemburu Liar di Kenya

Kabar buruk untuk dunia konservasi internasional GanSis. Dua jerapah putih yang sangat langka telah dibunuh oleh pemburu liar di Kenya bagian timur laut.

Sangat disayangkan polisi hutan menemukan dua jerapah putih ini sudah dalam bentuk sisa-sisa tulang di sebuah desa di Garissa County, Kenya bagian timur laut. Jerapah putih ketiga masih hidup dan kemungkinan besar menjadi satu-satunya yang tersisa di dunia GanSis.

Menurut para ahli, penampilan putih mereka disebabkan oleh kondisi langka bernama leucism. Apa itu leucism? Semacam kelainan genetik yang menghambat pigmentasi beberapa sel kulit. Ini berbeda dengan albino ya GanSis! Soalnya sama sekali gak ada melanin yang diproduksi oleh tubuh. Biasanya hewan dengan kondisi leucism memiliki pigmen yang lebih gelap di jaringan lunaknya. Ciri utama lainnya adalah leucism tetap bermata gelap seperti hewan normal, sedangkan hewan albino bermata merah.

Parah! Dua Jerapah Putih yang Sangat Langka Mati Dibunuh Pemburu Liar di Kenya

Jerapah putih dan jerapah biasa.

Ok, kembali ke topik utama. Sebelumnya kabar kemunculan jerapah putih sangat langka ini menyebar ke seluruh dunia pada tahun 2017. Wajar sih kabar ini cepat tersiar karena memang penampilan jerapah putih itu unik banget GanSis. Manajer Konservasi Ishaqbini Hirola, Mohammed Ahmednoor menyatakan bahwa dua jerapah putih yang mati terakhir kali terlihat sekitar tiga bulan yang lalu.

Baca Juga  Lindungi Anak, Pahami Kemungkinan Terjadinya Kekerasan Seksual di Sekolah

“Ini adalah hari yang sangat menyedihkan bagi komunitas Ijara dan Kenya secara keseluruhan. Kami adalah satu-satunya komunitas di dunia yang menjadi penjaga jerapah putih,” ucap Mohammed Ahmednoor dalam sebuah wawancara.

Para pemburu liar belum dapat diidentifikasi. Hingga sekarang motif kejahatan yang mereka lakukan pun belum jelas. Kenya Wildlife Society yang menjadi induk konservasi Kenya sedang berusaha menyelidiki kasus ini. Memang jerapah putih ini sangat rawan pemburu liar GanSis sebab berada di area yang luas tanpa pagar. Selain itu, di dalam kawasan konservasi juga terdapat desa yang siapa pun bebas mobilisasi.

Menurut situs web resmi konservasi, jerapah putih ini pertama kali terlihat di Kenya pada Maret 2016, dua bulan setelah pengamatan dan penelitian di negara tetangga Tanzania. Afrika Wildlife Foundation menyatakan sekitar 40% populasi jerapah menghilang dalam 30 tahun terakhir. Mereka diburu untuk diambil daging dan kulitnya GanSis. Tercatat oleh International Union for the Conservation of Nature atau IUCN, pada tahun 1985 populasi berkisar 155.000 ekor, namun pada tahun 2015 menyusut hingga tersisa sekitar 97.000 ekor saja.

Baca Juga  Cobain Gurihnya Sambal Teri Tomat Hijau
WhatsApp chat