Bagi sebagian orang, melakukan beberapa aktivitas atau pekerjaan dalam waktu bersamaan yang sering disebut multitasking memiliki kelebihan, salah satunya mempercepat penyelesaian tugas.
Misalnya ibu rumah tangga tanpa asisten rumah tangga. Mereka bisa melakukan berbagai pekerjaan rumah tangga sekaligus, seperti memasak sambil mencuci pakaian, menyapu atau bekerja sambil mengasuh anak dan lain-lain.
Memang pekerjaan terasa lebih cepat selesai dalam waktu singkat namun di sisi lain multitasking juga berdampak buruk bagi seseorang. Psikolog klinis dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Pritta Tyas Mangestuti mengatakan, terutama ibu yang memiliki kebiasaan multitasking, dapat menghabiskan banyak energi sehingga menyebabkan kelelahan.
“Multitasking banyak menguras tenaga, membuat kita lelah bahkan bisa menurunkan IQ kita jika terlalu sering multitasking,” ujarnya dalam acara kesehatan online tentang anak, dikutip dari Antara, Minggu, 11 Juli.
Di masa pandemi COVID-19 saat ini yang mengharuskan sebagian besar orang bekerja dari rumah (WFH), khususnya ibu bekerja, perlu mengelola energinya. Hal ini memang menjadi tantangan tersendiri. Di satu sisi ibu (yang sudah memiliki anak) perlu menemani anak-anaknya, tetapi di sisi lain dia harus bekerja.
Meski repot, menurut Pritta, ibu-ibu perlu berusaha untuk tidak multitasking. Ia menyarankan ibu-ibu mengatur waktu, misalnya setiap pukul 07.00-07.30 untuk bermain dengan anak-anaknya, kemudian setelah itu mereka melakukan pekerjaan rumah tangga atau kantor dan pekerjaan lainnya.
Efek buruk dari multitasking telah ditunjukkan oleh berbagai penelitian. Sebuah studi tahun 2008 yang dilakukan oleh peneliti dari University of Utah, Amerika Serikat menemukan bahwa seseorang mungkin membutuhkan waktu lebih lama untuk menyelesaikan dua tugas sekaligus daripada melakukannya secara terpisah.
Dalam kasus mengemudi sambil mengobrol di ponsel (tidak disarankan karena ada risiko cedera pada Anda), pengemudi membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapai tujuan saat mengobrol di ponsel.
“Yang cenderung paling menghemat waktu adalah melakukan sesuatu dalam kelompok. Bayar tagihan Anda sekaligus, lalu kirim email Anda sekaligus,” kata Guy Winch, penulis Emotional First Aid: Practical Strategies for Treating Failure, Rejection, Guilt and Other Everyday Cedera Psikologis, seperti dikutip dari Health.
Selain itu, studi dari University of California Irvine menunjukkan, ada hubungan risiko antara stres dan multitasking. Menurut peneliti, karyawan yang tidak memiliki akses ke email kantor melakukan lebih sedikit multitasking dan tidak terlalu stres karenanya. Sementara itu, karyawan yang memiliki akses ke email kantor dan dengan demikian menerima aliran pesan tetap dalam mode siaga tinggi yang konstan dengan detak jantung yang lebih tinggi.
Multitasking berisiko membuat seseorang kehilangan sesuatu. Sebuah studi 2009 dari Western Washington University menemukan bahwa 75 persen mahasiswa yang berjalan melintasi alun-alun kampus sambil berbicara di ponsel mereka tidak melihat badut mengendarai unicycle di dekatnya.
Para peneliti menyebutnya “kebutaan yang tidak disengaja”. Menurut mereka, meskipun speaker ponsel secara teknis melihat sekeliling mereka, tidak ada yang benar-benar terekam di otak mereka.
Hal lain yang tak kalah penting, ketika melakukan dua hal sekaligus misalnya membaca buku diselingi menonton televisi, seseorang akan kehilangan detail penting dari salah satu atau keduanya. Mengganggu satu tugas untuk tiba-tiba fokus pada yang lain bisa cukup untuk mengganggu memori jangka pendek.
Multitasking membutuhkan banyak dari apa yang dikenal sebagai memori kerja. Ketika memori kerja habis, itu bisa menghilangkan kemampuan seseorang untuk berpikir kreatif, menurut penelitian dari University of Illinois di Chicago.
“Terlalu banyak fokus sebenarnya dapat mengganggu kinerja pada tugas pemecahan masalah yang kreatif. Dengan begitu banyak hal yang sudah terjadi di kepala mereka, para multitasker sering kali merasa lebih sulit untuk melamun dan menghasilkan ‘momen a ha’ spontan,” kata para peneliti
Untuk Pemasangan Billboard, Hubungi kami di :
WhatsApp / Office : +62813 1076 1888
Address : Perkantoran Grand Sudirman Blok D-18 Jl. Setia Maharaja, Pekanbaru 28282 , Riau – Indonesia
Email : [email protected]
Web : www.swastikaadvertising.com
Falcon Advertising, Swastika Advertising, Advertising, advertising agency, advertising pekanbaru, advertising riau, agency iklan pekanbaru, agency iklan riau, baliho pekanbaru, baliho riau, Billboard, billboard indo, billboard indonesia, Billboard Pekanbaru, billboard Riau, billboard terjangkau, dooh, lokasi baliho pekanbaru, lokasi baliho riau, lokasi billboard pekanbaru, lokasi billboard riau, marketing, media, ooh, out of home advertising, periklanan, reklame, sewa baliho pekanbaru, sewa baliho riau, sewa billboard pekanbaru, sewa billboard riau, sewa iklan pekanbaru, sewa iklan riau, sewa iklan, sewa reklame pekanbaru, sewa reklame riau, sewa billboard, spanduk, mini billboard, car billboard, spanduk




