Top Choice for Your Business

Klik untuk hubungi kami >> Contact Us

Detik-detik Video Tokoh Ulama Sukabumi Dianiaya dan Dipukul Oknum Ormas Hingga Tersungkur

Detik-detik Video Tokoh Ulama Sukabumi Dianiaya dan Dipukul Oknum Ormas Hingga Tersungkur

Seorang mualim atau tokoh agama dianiaya dan dipukul oleh seorang anggota ormas atau LSM hingga tersungkur di tanah di Desa Kademangan, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi.

Kejadian ini memicu kecaman dan kemarahan di media sosial terhadap tindakan pelaku yang melakukan aksi main hakim sendiri.

Tak ingin ada aksi balasan dari pihak korban, polisi kini telah mengamankan pelaku di jajaran Polres Sukabumi.

Polisi setelah mendapatkan laporan terkait aksi penganiayaan itu langsung bertindak untuk membekuk pelaku, seperti apa yang disampaikan Kasat Reskrim Polres Sukabumi, AKP Rizka Fadhila.

“Pelaku berinisial SP (48 tahun) kini sudah diamankan dan dimintai keterangan,” kata Rizka, Kamis (14/5/2020).

Berdasarkan informasi yang dihimpun salah seorang warga setempat, Sukma (45) mengatakan, aksi penganiayaan tersebut diduga dipicu aksi penyetopan truk angkutan pasir besi yang dilakukan oleh Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Barat dan Banten melalui KPH Sukabumi.

Pelaku tampak mengepalkan tangannya lalu melayangkan pukulannya
Pelaku tampak mengepalkan tangannya lalu melayangkan pukulannya. (Instagram/Infojawabarat)


Lebih lanjut ia menjelaskan, saat sejumlah anggota ormas dan LSM peduli lingkungan melakukan aksi pencegatan kendaraan truk angkutan pasir besi, korban ada di lokasi bersama warga setempat untuk memberikan dukungan.

“Tidak lama setelah itu, datang anggota ormas dan langsung memukuli korban,” ujarnya.

Baca Juga  Tiga Keuntungan Jika Kamu Bekerja Dengan Ikhlas

Hasil Pemeriksaan

Baca Juga  Pemuda Asia Diduga dari Indonesia Pukul Pria Rasis AS hingga Tumbang

Rizka menjelaskan, hasil pemeriksaan sementara pelaku mengaku tersinggung dengan ucapan korban, HM Idih.

Berdasarkan keterangan yang ia peroleh, keributan muncul saat beberapa orang beradu argumen. HM Idih yang berniat melerai justru kena imbas.

“Nanti kita melihat hasil visum. Kalau-kalau keterangan korban merasa kena pukul, sehingga dia hilang keseimbangan dan terjatuh. Kita sudah menangani dengan cepat, kita bertindak profesional,” jelasnya.

“Sebenarnya saat itu ada orang berkumpul sedang beradu argumen. Mungkin korban ini berniat melerai, tetapi karena posisi pelaku sedang emosi, omongan korban mungkin tidak berkenan dan pelaku melakukan pemukulan,” tambah Rizka.

Rizka mengaku masih mendalami seperti apa permasalahan awal yang menyebabkan terjadinya aksi penganiayaan tersebut.

“Untuk sementara pelaku dikenakan pasal 351. Kita pasti akan menangani sehingga upaya main hakim tidak dilaksanakan. Tentunya proses ini akan kita lanjutkan,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, HM Idih yang tercatat sebagai pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Desa Kademangan saat itu berniat melerai perseteruan warga sekaligus anggota ormas dengan oknum ormas lainnya, terkait angkutan tambang yang melintas di wilayah tersebut.

Baca Juga  Apakah Bawang Putih Bisa Menghilangkan Jerawat?

Penganiayaan HM Idih terjadi kurang lebih 50 meter dari rumahnya di Kampung Cikurutug RT 02 RW 01 Desa Kademangan, sekira pukul 17.00 WIB pada Rabu 13 Mei 2020.

WhatsApp chat