FALCON Advertising
Top Choice for Your Business

Klik untuk hubungi kami >> Contact Us

Bongkar Motif Aksi Penusukan Syekh Ali Jaber, Orang Terdekat Pelaku Ungkap Kondisi Alfin Andrian

Falcon Advertising - 

Polisi telah meringkus Alpin Adrian (24), pemuda yang menjadi pelaku kasus penusukan terhadap Syekh Ali Jaber.
Dari hasil pemeriksaan sementara, motif Alpin menikam ulama itu saat berceramah karena kerap terbayang wajah korban. Dalih itu karena pelaku mengaku kerap melihat Syekh Ali Jaber di televisi.
“Pemeriksaan dari tersangka tadi malam dalam pengakuannya dia itu rasanya merasa sering melihat di televisi itu aja. Sehingga dia merasa terbayang-bayangi wujud atau fisik Syekh Ali Jaber, sehingga dia melakukan tindakan tersebut. Itu yang ada di alam pikiran dia,” kata Kabid Humas Polda Lampung Kombes Zahwani Pandra Arsya saat dihubungi, Senin.
Namun demikian, polisi tak langsung percaya dengan ucapan yang dilontarkan tersangka saat menjalani pemeriksaan. Polisi masih menyelidiki motif di balik aksi penusukan tersebut.
“Makanya ini harus sesuai dong antara fakta yang terjadi maupun dari keterangan tersangka kan harus sesuai,” imbuhnya.

Tak Ada Rekam Medis Penikam Syekh Ali Jaber di Rumah Sakit Jiwa
Tersangka penikam Syekh Ali Jaber, Alfin Andrian (24), awalnya disebut mengalami gangguan jiwa. Informasi tersebut didapat polisi dari orang tua pelaku.
Namun, saat pihak Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Provinsi Lampung melakukan tracking database pasien atau warga yang pernah berobat di rumah sakit tersebut. Hasilnya, tidak ditemukan rekam medis pelaku.
“Sudah kita cari, dan ternyata tidak ada nama yang bersangkutan, kita cek mundur data dari 2020 sampai mundur ke 4 tahun belakangan. Namun, bisa saja pelaku berobat di tempat lain, mungkin bisa dikroscek lagi ke orang tuanya,” ujar Humas RSJ Provinsj Lampung David, kepada lampost.co, Senin, 14 September 2020.
David menambahkan, hingga pukul 13.30, pelaku belum dibawa kepolisian untuk dibantarkan ke RSJ, dan menjalani observasi. Biasanya, observasi akan dilakukan maksimal 14 hari untuk mengetahui kejiwaan seseorang.
Kemudian, hasilnya nanti dalam bentuk visum et repertum psikiatrum yang akan diserahkan ke pihak berwenang.

Baca Juga  Viralnya "Marriage is Scary" di Media Sosial

Pemilik akun @welzaonistia adalah tetangga gangnya di Tamin, Tanjungkarang Pusat, Bandarlampung.

Ia menyebut Alfin sudah berkeluarga. Ia memiliki seorang istri yang baru melahirkan. Namun Alfin tidak memiliki pekerjaan tetap.

Ia meyakini Alfini disuruh dan dibayar untuk menusuk Syek Ali Jaber karena butuh uang.
“Tetangga gang rumah gue ini, dia gak gila. Dia masih waras. Pasti dia disuruh dan dibayar buat nusuk syekh karena istrinya baru ngelahirin. Dia kagak ada pemasukan dana, kerja juga kagak,” kata @welzaonistia.

Mayoritas warganet tidak percaya Alfin Andrian gila. Selain karena penampilannya cukup rapi dan bersih, penusuk Syek Ali Jaber itu juga aktif di media sosial. 
Bahkan, dia sering selfi, bermain musik dan nyanyi di kafe.

Wakil Ketua MPR, RI Hidayat Nur Wahid (HNW) meminta agar masalah itu tidak dikaburkan dengan menyebut penusuk Syek Ali Jaber mengalami gangguan jiwa.

“Netizen saja bisa mengunggah foto2 si penusuk lagi selfi ria dan makan bakso pula. Polisi agar Usut tuntas, berikan sanksi keras, agar negara hukum tegak dan umat tidak selalu cemas,” kata Hidayat Nur Wahid di akun Twitternya, Senin (14/9/2020).

Baca Juga  Terbaru! Cek Daftar Daerah PPKM Level 1-2 di Indonesia

Kapolda Lampung Irjen Pol Purwadi Arianto menjelasakan, berdasarkan penjelasan orang tua pelaku mengalami gangguan jiwa.

“Tetapi dari pihak kepolisian tidak percaya begitu saja menerima penjelasan ini. Sehingga dari pihak kami proaktif malam ini untuk mengundang dokter dari Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Provinsi Lampung,” kata Irjen Pol Purwadi, Minggu malam (13/9/2020).

Alfin Andrian
Pelaku tengah menjalani observasi awal pemeriksaan. Ia akan dibawa ke RSJ untuk diperiksa.
“Selain itu kita lakukan pemeriksaan urine kepada pelaku. Dan hasilnya negatif dan kita akan melakukan pemeriksaan di RSJ dan kedua akan memanggil psiakter dari dokter kepolisian,” ucapnya.
“Kami akan koordinasikan ke Biddokes. Saat ini dalam pendalaman oleh Reskrim. Didampingi dokter psikiatri,” tandas Irjen Pol Purwadi.

Sumber : Infomenia.net

Untuk Pemasangan Billboard, Hubungi kami di :
WhatsApp / Office : +62813 1076 1888
Address : Perkantoran Grand Sudirman Blok D-18 Jl. Setia Maharaja, Pekanbaru 28282 , Riau – Indonesia
Email : [email protected]
Web : www.swastikaadvertising.com

Falcon Advertising, Swastika Advertising, Advertising, advertising agency, advertising pekanbaru, advertising riau, agency iklan pekanbaru, agency iklan riau, baliho pekanbaru, baliho riau, Billboard, billboard indo, billboard indonesia, Billboard Pekanbaru, billboard Riau, billboard terjangkau, dooh, lokasi baliho pekanbaru, lokasi baliho riau, lokasi billboard pekanbaru, lokasi billboard riau, marketing, media, ooh, out of home advertising, periklanan, reklame, sewa baliho pekanbaru, sewa baliho riau, sewa billboard pekanbaru, sewa billboard riau, sewa iklan pekanbaru, sewa iklan riau, sewa iklan, sewa reklame pekanbaru, sewa reklame riau, sewa billboard, spanduk, mini billboard, car billboard, spanduk

WhatsApp chat