Krisis ekonomi akibat pandemi Covid-19 membuat kita semua khawatir dengan portofolio investasi kita.
Sebagian besar industri telah terkena dampak negatif dari penguncian dan pembatasan pergerakan yang disebabkan oleh peristiwa yang belum pernah terjadi sebelumnya ini.
Namun, kecerdikan manusia dan inovasi telah bersatu selama masa-masa sulit untuk memimpin jalan bagi bisnis untuk tidak hanya bertahan tetapi juga mencapai pertumbuhan.
Kualitas dan sumber daya manajemen juga menjadi pusat perhatian ketika harus berhasil menavigasi melalui tantangan.
Itulah mengapa penting untuk memilih perusahaan yang kuat sebagai tempat investasi karena mereka memiliki peluang lebih baik untuk melewati krisis.
Beberapa bahkan mungkin mendapatkan pangsa pasar dengan mengorbankan persaingan karena mereka memiliki perlengkapan yang lebih baik dan modal yang baik.
Berikut adalah tiga tanda yang dapat Anda perhatikan untuk menilai apakah saham Anda dapat melewati krisis saat ini.
1. Ketahanan
Bisnis
yang dikelola secara konservatif dan bijaksana dalam pengeluaran
memiliki peluang lebih besar untuk melewati krisis tanpa cedera.
Neraca yang kuat adalah tempat yang baik untuk memulai.
Perusahaan dengan saldo kas tinggi dan hutang rendah atau nol tidak perlu khawatir tentang pembayaran bunga kepada pemberi pinjaman mereka.
Salah satu contohnya adalah VICOM Limited, sebuah perusahaan pengujian dan inspeksi yang menyediakan berbagai pengujian kendaraan dan material yang komprehensif.
Terlepas dari hasil paruh pertama yang sulit yang melihat pendapatan dan laba bersihnya turun masing-masing sebesar 22 persen dan 30 persen, investor tidak perlu merasa terlalu khawatir karena di neracanya tidak ada hutang dan sekitar $ 80,8 juta uang tunai, yang seharusnya memungkinkannya untuk memiliki penyangga yang cukup untuk bertahan dari krisis ini.
Selain itu, grup tersebut masih menghasilkan arus kas bebas yang sehat sekitar $ 9,1 juta selama periode ini.
Demikian pula, Haw Par Corporation Ltd, produsen dan distributor produk perawatan kesehatan dengan merek Tiger Balm yang terkenal, mengalami penurunan pendapatan sebesar 44 persen dari tahun ke tahun dan penurunan laba bersih sebesar 19 persen dari tahun ke tahun.
Namun, neraca grup memiliki $ 580,1 juta uang tunai tanpa hutang.
Neraca bersihnya, bersama dengan dividen yang diterima dari investasinya, akan membantu mengatasi hambatan ini.
2. Adaptasi
Teori
Seleksi Alam Darwin mendalilkan bahwa hewan berevolusi dan membawa
karakteristik selektif yang memungkinkan mereka bertahan dari generasi
ke generasi.
Ketika dorongan datang untuk mendorong, beberapa bisnis mungkin terpaksa berevolusi dan beradaptasi dengan kondisi baru.
Sebuah contoh yang bagus dilaporkan di koran minggu lalu, di mana label fesyen lokal, Ginlee Studio, menyesuaikan dengan tindakan pemutus sirkuit Singapura dengan melakukan pemesanan di muka pada bulan Mei.
Selama periode pemutus sirkuit, pesanan di muka tumbuh hingga mencapai 80 persen dari total pesanan bisnis.
Pemesanan di muka membantu bisnis untuk merencanakan karena gangguan rantai pasokan meluas.
Tidak hanya perencanaan yang ditingkatkan, tetapi ketidakpastian juga berkurang, limbah dikurangi, dan pelanggan terkunci.
3. Digitalisasi
Tanda ketiga bahwa bisnis dapat bertahan hidup dari Covid-19 adalah sejauh mana bisnis tersebut merangkul digitalisasi.
Untuk bisnis, kehadiran online telah menjadi kebutuhan akhir-akhir ini dan bukan hanya sebuah pilihan.
Covid-19 telah secara signifikan mempercepat peralihan ke metode pembayaran online dan meningkatkan volume e-commerce.
Untuk bisnis yang memiliki gerai fisik atau mengoperasikan etalase ritel fisik, penguncian yang meluas telah memaksa penutupan sementara di seluruh dunia.
Perusahaan yang menghabiskan waktu membangun kehadiran dan platform digital yang kuat tidak hanya dapat terus menerima pesanan selama pandemi tetapi juga berkembang pesat di mana para pesaingnya gagal.
Ambil contoh Nike.
Raksasa alas kaki dan pakaian olahraga tersebut melaporkan bahwa penjualan digitalnya melonjak 82 persen dari tahun ke tahun dalam kuartal fiskal pertama perusahaan, yang berakhir pada Agustus.
Nike berada di jalur yang tepat untuk melaporkan penjualan digital yang menghasilkan 50 persen dari total pendapatannya di tahun-tahun mendatang.
Raksasa kopi Starbucks dan rantai restoran Meksiko Chipotle Mexican Grill juga memanfaatkan kekuatan saluran digital untuk keuntungan mereka.
Starbucks melihat bauran penjualan pesanan seluler mencapai 23 persen pada kuartal terakhirnya dan telah meluncurkan program WeChat Mini termasuk Starbucks Delivers pada bulan Mei.
Bersama dengan inisiatif digital lainnya, anggota aktif selama 90 hari di Program Hadiah meningkat 9 persen dari tahun ke tahun menjadi hampir 10 juta anggota.
Untuk Pemasangan Billboard, Hubungi kami di :
WhatsApp / Office : +62813 1076 1888
Address : Perkantoran Grand Sudirman Blok D-18 Jl. Setia Maharaja, Pekanbaru 28282 , Riau – Indonesia
Email : [email protected]
Web : www.swastikaadvertising.com
Falcon Advertising, Swastika Advertising, Advertising, advertising agency, advertising pekanbaru, advertising riau, agency iklan pekanbaru, agency iklan riau, baliho pekanbaru, baliho riau, Billboard, billboard indo, billboard indonesia, Billboard Pekanbaru, billboard Riau, billboard terjangkau, dooh, lokasi baliho pekanbaru, lokasi baliho riau, lokasi billboard pekanbaru, lokasi billboard riau, marketing, media, ooh, out of home advertising, periklanan, reklame, sewa baliho pekanbaru, sewa baliho riau, sewa billboard pekanbaru, sewa billboard riau, sewa iklan pekanbaru, sewa iklan riau, sewa iklan, sewa reklame pekanbaru, sewa reklame riau, sewa billboard, spanduk, mini billboard, car billboard, spanduk




