FALCON Advertising
Top Choice for Your Business

Klik untuk hubungi kami >> Contact Us

3 Hal yang Membuat Orang Lebih Mudah Percaya Hoax

Falcon Advertising - 

Berita bohong dan informasi yang tidak benar seperti hoax dan disinformasi tersebar luas di media sosial. Rendahnya tingkat literasi masyarakat Indonesia membuat masyarakat mudah mempercayai hoax, atau bahkan terlibat dalam pembuatan dan penyebarannya.

Menurut seorang psikiater di Rumah Sakit Umum Nasional (RSCM) Cipto Mangunkusumo Jakarta, dr Gina Anindyajati, Sp.KJ, setidaknya ada tiga faktor yang mempengaruhi seseorang untuk mudah percaya pada berita bohong dan hoaks, jika dilihat dari segi psikologis. .

“Faktor pertama adalah kecenderungan untuk mengingkari apa yang terjadi sehingga individu yang bersangkutan akan mempercayai segala sesuatu yang bertentangan/berlawanan dengan fakta yang ada”, kata Dr. Gina dikutip dari ANTARA.

“Ketika terjadi sesuatu yang membuat seseorang kehilangan (sesuatu yang berharga, termasuk kesempatan dan kebebasan), maka orang akan cenderung mengingkarinya. Apalagi jika itu membuat seseorang harus berubah dan keluar dari zona nyamannya”, tambahnya.

Selanjutnya, faktor kedua berkaitan dengan kecenderungan psikologis untuk percaya pada teori konspirasi. Kemudian, faktor ketiga yang membuat masyarakat mudah percaya dengan berita bohong/hoax adalah keterikatan ideologis dan politis dengan para penyebar hoax.

Baca Juga  Mana yang Lebih Baik, Berpikir Cepat atau Lambat? Begini Penjelasan Ahli

“Orang-orang cenderung antusias menyebarkan berita bohong karena mereka percaya bahwa berita itu benar; sekitar 30 persen percaya apa yang mereka sebarkan itu benar. Selain itu, juga karena orang berpikir bahwa berita palsu memiliki bagian yang sama dengan diri mereka sendiri ( identitas politik atau kepercayaan lain) sehingga ‘merasa perlu’ menyebar”, jelas Dr. Gina.

Dia menambahkan bahwa orang yang menyebarkan berita palsu juga memiliki dorongan emosional dan berniat untuk membuat orang lain merasakan efek emosional yang mereka alami ketika membaca berita utama berita palsu.

Faktor ketiga, kemalasan mencari kebenaran berita. Saat ditanya tentang fact-checking sebelum menyebarkan informasi, dr Gina mengatakan bahwa orang cenderung menolak untuk melakukan fact-checking karena secara kognitif manusia itu malas, sehingga tidak terlalu memperhatikan berita yang dibacanya.

“Otak manusia menyimpan energi untuk tugas-tugas penting, sehingga tidak semua informasi akan di cross check untuk memastikan validitasnya. Apalagi jika berita bohong ini ternyata disampaikan oleh pihak yang kredibel, tersebar luas, maka otomatis otak manusia akan merasakannya. sebagai ‘benar'”, katanya.

Baca Juga  Warga Kampung Miliarder Tuban yang Viral Beli Mobil Rombongan Sekarang Menyesal Jual Tanahnya

Untuk Pemasangan Billboard, Hubungi kami di :
WhatsApp / Office : +62813 1076 1888
Address : Perkantoran Grand Sudirman Blok D-18 Jl. Setia Maharaja, Pekanbaru 28282 , Riau – Indonesia
Email : [email protected]
Web : www.swastikaadvertising.com

Falcon Advertising, Swastika Advertising, Advertising, advertising agency, advertising pekanbaru, advertising riau, agency iklan pekanbaru, agency iklan riau, baliho pekanbaru, baliho riau, Billboard, billboard indo, billboard indonesia, Billboard Pekanbaru, billboard Riau, billboard terjangkau, dooh, lokasi baliho pekanbaru, lokasi baliho riau, lokasi billboard pekanbaru, lokasi billboard riau, marketing, media, ooh, out of home advertising, periklanan, reklame, sewa baliho pekanbaru, sewa baliho riau, sewa billboard pekanbaru, sewa billboard riau, sewa iklan pekanbaru, sewa iklan riau, sewa iklan, sewa reklame pekanbaru, sewa reklame riau, sewa billboard, spanduk, mini billboard, car billboard, spanduk

WhatsApp chat