Top Choice for Your Business

Klik untuk hubungi kami >> Contact Us

Zainichi Kankokujin, Menjadi Orang Korea di Negeri Sakura

Zainichi Kankokujin (Kanji: 在日韓国人, “orang Korea Zainichi”) adalah penduduk Jepang yang berlatar belakang etnis Korea. Istilah ini berlaku untuk penduduk Korea yang dalam jangka panjang tinggal dan hidup di Jepang. Jika melihat dari akarnya, zainichi kankokujin bisa merujuk pada penduduk Korea yang datang ke Jepang saat era Daeilbonjegug Joseon (Hangeul: 대일본제국 조선), sebuah periode kala Semenanjung Korea berada di bawah kendali Kekaisaran Jepang. Bisa juga merujuk pada era sebelumnya, seperti periode Yayoi (300 SM-300 M), periode Kofun (250-538 M), periode Asuka (538-710 M), atau periode Edo (abad ke-17 sampai pertengahan abad ke-19). Ini yang membedakan mereka dengan gelombang imigran baru Korea yang populer pada dekade 1980-an.

Kata zainichi sebetulnya bermakna warga negara asing yang tinggal di Jepang. Dalam hal ini bersifat sementara. Namun khusus untuk zainichi kankokujin menyiratkan penduduk tetap yang tinggal di Jepang. Ciri utama dari zainichi kankokujin adalah mereka datang ke Jepang sebelum tahun 1945 atau keturunan para imigran itu.

Seringkali publik menyamakan zainichi kankokujin dengan penduduk Korea yang bermigrasi ke Jepang setelah Perang Dunia II atau pembagian Korea. Zainichi kankokujin saat ini menjadi etnis minoritas terbesar kedua di Jepang setelah imigran Tionghoa. Jumlah mereka naik signifikan saat Kekaisaran Jepang menguasai Semenanjung Korea. Tingginya permintaan tenaga kerja di Jepang membuat orang Korea bermigrasi.

Dari semua zainichi, etnis Korea tergolong mudah berbaur karena sebelumnya di Semenanjung Korea, Kekaisaran Jepang menerapkan Japanization (men-Jepang-kan). Sebuah upaya mengintegrasikan segala aspek kehidupan, terutama kebudayaan dan ekonomi agar masyarakat Korea menjadi mirip Jepang.

Baca Juga  Fungsi dan Manfaat Billboard

Meskipun begitu, mereka tetap mendapat perlakuan diskriminatif sebab tingkat pendidikan yang buruk. Mayoritas imigran memang para petani yang umumnya berasal dari wilayah selatan Korea. Hal ini diperburuk oleh fakta bahwa zainichi kankokujin cenderung akrab dengan kelompok terkucilkan burakumin, orang-orang terbuang dalam tatanan sosial masyarakat tradisional Jepang.

Pada tahun 1939, Pemerintah Jepang memberlakukan Undang-Undang Mobilisasi Nasional yang mewajibkan orang Korea patuh dalam masalah krisis tenaga kerja demi menyongsong Perang Dunia II. Banyak tenaga kerja Korea pindah ke Jepang. Kebijakan ini diperluas pada tahun 1944. Dari sekitar 5.400.000 wajib militer Korea, sekitar 670.000 orang dibawa ke Karafuto (sekarang menjadi Sakhalin, bagian dari Federasi Rusia).

Di Karafuto mereka dipaksa menjadi buruh pabrik dan tambang dengan kondisi yang mengerikan. Diperkirakan antara tahun 1939 sampai 1945, sekitar 60.000 imigran Korea tewas di Jepang. Setelah perang sebagian besar dari mereka pulang ke Semenanjung Korea. Ada pula yang mengembara ke wilayah Jepang lainnya untuk menjalani hidup yang lebih baik. Sekitar 43.000 orang memilih pasrah di Karafuto yang telah dikuasai Uni Soviet.

Zainichi Kankokujin, Menjadi Orang Korea di Negeri Sakura

Etnis Korea di Karafuto (Sakhalin).

Perlakuan yang buruk dari pendudukan Uni Soviet memaksa mereka untuk kembali ke Semenanjung Korea atau pindah ke Jepang. Malang nasib mereka terkatung-katung dan terjebak di sana tanpa kewarganegaraan. Mereka ini yang menjadi leluhur orang Korea Sakhalin.

Baca Juga  Bahaya Isi Radiator dengan Air Minum Berkemasan

Sekeras-kerasnya hidup di Jepang, lebih keras lagi Semenanjung Korea yang kacau imbas Perang Dunia II. Belum lagi situasi ekonomi dan politik yang tak stabil akibat perang ideologi. Sekitar 20.000-40.000 orang Korea masuk secara ilegal ke Jepang. Kebanyakan dari mereka berasal dari wilayah selatan yang kabur dari penyiksaan rezim Syngman Rhee.

Zainichi Kankokujin, Menjadi Orang Korea di Negeri Sakura

Seorang wanita dan anaknya harus mengungsi akibat Perang Korea.

Jepang kewalahan menghadapi serbuan imigran ilegal yang masuk melalui Pulau Tsushima, tapi tak mampu berbuat banyak sebab rata-rata para pendatang membela diri dengan senjata. Keadaan bertambah buruk dengan meletusnya Perang Korea pada tanggal 25 Juni 1950 hingga sekarang.

Pada tanggal 8 September 1951, ditandatangani Perjanjian San Francisco yang secara resmi mengakhiri pendudukan Sekutu yang dipimpin oleh Amerika Serikat di Jepang. Secara mandiri Jepang menciptakan undang-undang baru yang beberapa di antaranya merugikan zainichi kankokujin. Pemerintah Jepang tak lagi mengakui zainichi kankokujin sebagai warganegara. Posisi mereka menjadi sulit. Ada keinginan untuk naturalisasi menjadi warganegara Jepang, namun prasangka anti-Korea di Jepang membuat mereka ragu-ragu.

Pada tahun 1956, muncul wacana pemulangan zainichi kankokujin ke Semenanjung Korea. Program ini disambut oleh Korea Utara yang secara resmi mulai berlaku pada bulan April 1959. Berangsur-angsur zainichi kankokujin pindah ke Korea Utara. Pemerintah Jepang sangat mendukung program ini sebagai upaya membersihkan negara dari penduduk etnis minoritas yang didiskriminasi dan dianggap kurang sesuai dengan budaya Jepang.

Baca Juga  Resep Lumpia Ayam dan Udang, Sajian Imlek Lambang Kekayaan

Zainichi Kankokujin, Menjadi Orang Korea di Negeri Sakura

Pemulangan zainichi kankokujin pada bulan Januari 1960.

Terlepas kenyataan bahwa 97% zainichi kankokujin adalah pelarian dari wilayah selatan, faktanya Korea Utara menjadi tujuan populer orang Korea untuk pulang ke Semenanjung Korea. Merebaknya kabar kondisi sulit di Korea Utara bersamaan dengan normalisasi hubungan Jepang dengan Korea Selatan pada tahun 1965, gelombang repatriasi ke Korea Utara sontak menurun tajam. Walaupun begitu tetap ada segelintir orang yang kembali ke Korea Utara hingga program berhenti pada tahun 1984. Total 93.340 zainichi kankokujin kembali ke Korea Utara dengan perkiraan sekitar 6.000 orang adalah keluarga campuran Jepang-Korea.

Normalisasi hubungan Korea Selatan dengan Jepang pada tahun 1965 melahirkan kebijakan baru. Pemerintah Jepang memberikan status penduduk permanen khusus kepada zainichi kankokujin. Pada tahun 1993, pendataan sidik jari dihentikan karena zainichi kankokujin dianggap berkontribusi baik untuk ekonomi Jepang.

Zainichi Kankokujin, Menjadi Orang Korea di Negeri Sakura

Erena Mizusawa, model dan aktris Jepang yang berlatar belakang zainichi kankokujin.

Dewasa ini diperkirakan populasi zainichi kankokujin mencapai 855.725 orang. Survei menyebutkan 90% lebih zainichi kankokujin memiliki nama berbau Jepang daripada Korea. Status mereka kebanyakan sudah beralih menjadi warganegara Jepang karena pernikahan dengan orang Jepang. Tersisa sedikit yang masih bertahan dengan status penduduk permanen khusus. Muda-mudi zainichi kankokujin pun tak lagi mampu berbahasa Korea karena orang tua menyekolahkan mereka ke sekolah umum Jepang.

WhatsApp chat