Sejarah Bandara Soekarno-Hatta atau dengan nama resmi Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soekarno-Hatta International Airport) dimulai saat pertama kali dioperasikan pada tanggal 1 Mei 1985.
Di masyarakat, karena lokasinya, bandara ini juga disebut sebagai Bandara Cengkareng dan mengacu pada kode IATA “CGK” meskipun secara geografis bandara ini terletak di Kecamatan Benda, Kota Tangerang, yang melekat dengan wilayah Cengkareng, Jakarta Barat.
Sejak awal beroperasi, Bandara Soekarno-Hatta menggantikan fungsi Bandara Kemayoran yang berada di Jakarta Pusat.
Bandara Kemayoran yang awalnya diperuntukkan bagi penerbangan domestik dianggap terlalu dekat dengan pangkalan militer Indonesia, yaitu Bandara Halim Perdanakusuma pada tahun 1928 hingga 1974.
Bandara Kemayoran sendiri saat ini sudah dinonaktifkan, sedangkan Bandara Halim Perdanakusuma digunakan untuk penerbangan militer, VVIP, charter, dan beberapa penerbangan domestik.
Meningkatnya frekuensi penerbangan sipil dianggap mengancam kelangsungan lalu lintas internasional dan juga kepentingan militer.
Oleh karena itu, pada awal tahun 1970-an, pemerintah mulai mencari lokasi-lokasi potensial untuk bandara baru, antara lain Kemayoran, Jonggol, Halim, Curug, Malaka, Babakan, Tangerang Selatan, dan Tangerang Utara yang akhirnya Tangerang Utara dipilih sebagai lokasi alternatif.
Pada akhir Maret 1975, disepakati rencana pembangunan 3 landasan pacu, jalan beraspal, 3 gedung terminal internasional, 3 terminal domestik, dan 1 terminal haji di Bandara Soekarno-Hatta.
Bandara ini dirancang oleh arsitek Perancis Paul Andreu, yang juga merancang Bandara Charles de Gaulle di Paris, Perancis.
Salah satu ciri khas dari bandara ini adalah gaya arsitektur lokalnya, dan taman-taman tropis di antara ruang tunggu.
Setelah sejarah panjang Bandara Soekarno-Hatta, kini bandara ini memiliki luas 18 kilometer persegi, dengan 2 landasan pacu paralel yang dipisahkan oleh 2 taxiway sepanjang 2,4 kilometer.
Selain itu, sejumlah fasilitas juga terus ditambah, terutama fasilitas transportasi. Sebelumnya, perjalanan menuju bandara hanya dapat diakses dengan mobil atau motor.
Sementara itu, angkutan umum yang diperbolehkan masuk ke area bandara hanya taksi dan bus Damri.
Bandara Soekarno-Hatta juga telah dilengkapi dengan Skytrain. Skytrain merupakan kereta yang bentuknya seperti light rail transit (LRT) namun memiliki sistem otomatis sehingga tidak perlu masinis untuk mengendalikannya.
Selain skytrain, fasilitas lain yang dibangun untuk menambah kenyamanan pengunjung bandara adalah kereta bandara.
Kereta Bandara Soekarno-Hatta memiliki rute sepanjang 37,6 kilometer dan melayani rute Stasiun Manggarai – Stasiun Sudirman Baru – Stasiun Duri – Stasiun Batu Ceper – Stasiun Bandara Soekarno-Hatta dengan jarak tempuh 55 menit. Dengan begitu, masyarakat yang ingin bepergian menggunakan pesawat tidak membutuhkan waktu yang lama untuk menuju bandara.
Untuk Pemasangan Billboard, Hubungi kami di :
WhatsApp / Office : +62813 1076 1888
Address : Perkantoran Grand Sudirman Blok D-18 Jl. Setia Maharaja, Pekanbaru 28282 , Riau – Indonesia
Email : [email protected]
Web : www.swastikaadvertising.com
Falcon Advertising, Swastika Advertising, Advertising, advertising agency, advertising pekanbaru, advertising riau, agency iklan pekanbaru, agency iklan riau, baliho pekanbaru, baliho riau, Billboard, billboard indo, billboard indonesia, Billboard Pekanbaru, billboard Riau, billboard terjangkau, dooh, lokasi baliho pekanbaru, lokasi baliho riau, lokasi billboard pekanbaru, lokasi billboard riau, marketing, media, ooh, out of home advertising, periklanan, reklame, sewa baliho pekanbaru, sewa baliho riau, sewa billboard pekanbaru, sewa billboard riau, sewa iklan pekanbaru, sewa iklan riau, sewa iklan, sewa reklame pekanbaru, sewa reklame riau, sewa billboard, spanduk, mini billboard, car billboard, spanduk




