Top Choice for Your Business

Klik untuk hubungi kami >> Contact Us

Wabah virus yang menggemparkan dunia sebelum COVID-19

Wabah virus yang menggemparkan dunia sebelum COVID-19

1.Flu Burung

Wabah flu burung di Northern Territory ini terjadi pada November, hal yang dianggap tidak biasa. (ABC News/Damien Larkins)

Wabah flu burung pertama kali ditemukan di Italia pada 1878. Tetapi baru dikenali dalam wabah besar yang melanda peternakan ayam di Amerika Serikat (AS) pada 1924-1925. Saat itu flu burung masih menular di antara unggas dan belum terjadi penularan ke hewan lain. Pada Maret 1997, flu burung dari subtipe H5N1 mulai menjangkiti peternakan ayam di Hongkong. Dua bulan kemudian, flu itu menular ke seorang anak laki-laki berusia tiga tahun. Saat itu obatnya belum ditemukan, sehingga anak tersebut meninggal. Selanjutnya, 17 orang terjangkit virus yang sama di Hongkong pada Desember 1997. Lalu pemerintah mulai membinasakan 1,5 juta ayam. Virus itu membuat 17 orang yang terjangkit flu burung menderita komplikasi berat, seperti pneumonia dan radang selaput otak. Lima di antaranya akhirnya meninggal sehingga total korban meninggal mencapai enam orang. Pada Februari 2003, virus H5N1 (flu burung) kembali menyerang Hongkong dan menulari dua orang. Salah satu korban kemudian meninggal. Virus H5N1 kemudian menjadi perhatian utama para ahli, karena dapat bermutasi dengan cepat. Virus itu juga mampu berubah menjadi beberapa subtipe virus yang baru sehingga dapat menular ke spesies lain, termasuk manusia. di Indonesia penyakit flu burung menyebabkan kematian 10 juta ayam petelur. Penyakit tersebut mulai merebak sejak Oktober 2003. Kematian ayam petelur terjadi di Jawa Timur dan beberapa daerah di Indonesia.

Baca Juga  Mobil Listrik Murah Dari Wuling Terjual Sampai 30 Ribuan Unit

2.Flu Babi

Ilustrasi Babi

Kasus virus flu babi ditemukan di Meksiko, AS, Selandia Baru, Israel, dan Perancis. Lalu pada 26 April 2009, Asia memasuki siaga satu flu babi. Beberapa langkah diambil pemerintah. Jepang memperketat pemeriksaan penumpang dari Meksiko yang turun di bandara internasional. Petugas karantina juga giat membagikan masker penutup hidung dan mulut sekaligus memakai teknologi kamera pemindai panas tubuh terhadap para penumpang untuk memastikan adanya gejala-gejala flu atau demam. Korea Selatan, China, dan Taiwan juga melakukan kebijakan yang sama. Selain itu pemerintah Korea Selatan memberlakukan karantina untuk daging babi impor dari Meksiko dan AS. Pemerintah Rusia bahkan melarang impor daging dari Meksiko, beberapa negara bagian AS, dan sembilan negara Amerika Latin. Organisasi Kesehatan Dunia WHO menyatakan pandemi influenza A-H1N1 bergerak ke seluruh penjuru dunia dengan kecepatan luar biasa atau di luar perkiraan. Flu babi juga masuk ke Indonesia melalui wisatawan yang pergi ke daerah-daerah terjangkit penyakit tersebut.

3.Cacar Monyet

Gejala penyakit cacar monyet (monkeypox)

Singapura pertama kali melaporkan kasus cacar monyet (monkeypox) pada 9 Mei 2019. Penyakit itu dibawa seorang pria (38) dari Nigeria. Gejala yang dialami pria itu adalah demam, benjolan di kulit, nyeri otot, dan kedinginan. Penyakit ini endemis di Afrika Tengah dan Barat. Setidaknya ada 23 orang yang melakukan kontak dengan pria itu. Mereka yang berada di Singapura akan dikarantina selama 21 hari. kasus cacar monyet pertama kali dilaporkan pada 1970 di Republik Demokratik Kongo. Tahun 2003 kasus itu dilaporkan di Amerika Serikat akibat manusia kontak dengan “praire dog” atau hewan pengerat pemakan rumput yang terinfeksi tikus Afrika. Virus disebut cacar monyet karena penularan dari monyet, tikus gambia, dan tupai.

Baca Juga  Pria yang Ditaksir Berzodiak Taurus, Harap Sabar dan Tunjukkan Hal Romantis

4.SARS

Petugas medis membawa seorang pasien yang diduga terinfeksi virus misterius mirip SARS, ke rumah sakit Jinyintan, di Kota Wuhan, China, Sabtu (18/1/2020). Virus misterius mirip pneumonia telah menjangkiti puluhan orang dan menelan korban jiwa kedua di China, menurut pemerintah setempat.

SARS atau severe acute respiratory syndrome merupakan sindrom pernapasan akut parah. penyebaran virus tersebut sempat memicu kepanikan di mana-mana. Akibatnya, banyak orang membatalkan kunjungan ke negara-negara yang disebutkan terjangkit penyakit tersebut. Beberapa daerah yang sudah terjangkit saat itu menurut catatan WHO adalah Beijing, Guangdong, Shanxi, dan Hongkong (Cina), Taipei (Taiwan), Hanoi (Vietnam), Toronto (Kanada), dan Singapura. kasus pertama SARS di dunia tercatat di Guangdong pada November 2002. Penyakit mirip flu itu menewaskan 349 orang di daratan Cina dan sejumlah 774 orang di seluruh dunia. Lebih dari 8.000 orang terinfeksi. Gejalan SARS dimulai dari demam, suhu badan mencapai 38 derajat Celsius, batuk-batuk kering, sesak napas, dan pernah kontak dengan penderita dari negara yang ada kasus SARS.

5.Ebola

Teknisi laboratorim mengembangkan teknologi untuk memproduksi vaksin ebola secara massal.

Virus ebola adalah parasit paling berbahaya dan bersifat menular. Jika tertular, maka 90 persen dipastikan akan membawa kematian. Virus ini salah satu virus yang paling mematikan dan dapat membunuh korbannya dalam hitungan hari. Ebola adalah salah satu dari beberapa virus penyebab demam berdarah. Gejala yang umum adalah ialah demam, diare, muntah, dan pendarahan. Virus ebola menyerang negara-negara di Afrika Barat. Mulai merebak sejak Januari 2014. Namun WHO menyebutkan virus ebola pertama kali teridentifikasi pada 1976 di Republik Demokratik Kongo, kemudian Zaire. Setelah 6 bulan berlalu dari Januari 2014, 500 orang dilaporkan tewas. Jumlah korban terus melonjak setelahnya. penyakit Ebola menewaskan lebih dari 11.000 orang di seluruh Afrika Barat setelah muncul di Guinea bagian selatan pada Desember 2013. WHO pada 14 Januari 2016 mengumumkan wabah ebola yang melanda Afrika Barat selama dua tahun telah lewat. Hal ini setelah Liberia, negara terakhir yang terkena, dinyatakan bersih.

Baca Juga  Viral Bule Ngamuk Sambil Pangku Anak Diduga Tolak Karantina

WhatsApp chat