Gula adalah sumber bahan bakar yang cepat bagi tubuh. Mitos gula menyebabkan anak hiperaktif gula dapat ditelusuri ke beberapa penelitian yang dilakukan pada tahun 1970an dan awal tahun 1980an.
Studi tersebut difokuskan pada diet Feingold sebagai pengobatan untuk Attention Deficit Hyperactivity Disorder ( ADHD ), suatu profil neurodivergen dengan kurangnya perhatian atau hiperaktif dan impulsif yang dapat berdampak negatif pada sekolah, pekerjaan, atau hubungan anak.
Dirancang oleh ahli alergi anak asal Amerika, Benjamin Feingold, diet ini sangat ketat. Pewarna buatan, pemanis (termasuk gula), perasa, salisilat termasuk aspirin, dan tiga bahan pengawet (butylated hydroxyanisole, butylated hydroxytoluene, dan tert-Butrylhdryquinone) dihilangkan.
Salisilat terjadi secara alami di banyak makanan sehat, termasuk apel, beri, tomat, brokoli, mentimun, kacang-kacangan, biji-bijian, dan rempah-rempah. Jadi, selain menghilangkan makanan olahan yang mengandung pewarna, perasa, pengawet, dan pemanis buatan, diet Feingold juga menghilangkan banyak makanan bergizi yang berguna untuk perkembangan kesehatan.
Namun, Feingold percaya bahwa menghindari bahan-bahan ini akan meningkatkan fokus dan perilaku anak. Dia melakukan beberapa penelitian kecil, yang menurutnya dapat menunjukkan sebagian besar anak hiperaktif merespons pola makannya dengan baik.
Studi selanjutnya menunjukkan bahwa kurang dari 2 persen responden menanggapi pembatasan dibandingkan dengan klaim Feingold yang sebesar 75 persen. Namun, gagasan tersebut masih melekat dalam kesadaran publik dan dilanggengkan melalui pengalaman anekdot.
Saat ini, penelitian ketat yang dilakukan oleh para ahli secara konsisten pun tidak menemukan hubungan antara gula dan hiperaktif. Sejumlah penelitian terkontrol plasebo menunjukkan bahwa gula tidak berdampak signifikan terhadap perilaku atau rentang perhatian anak-anak.
Sebuah studi meta-analisis, yang diterbitkan hampir 20 tahun lalu, membandingkan efek gula versus plasebo terhadap perilaku anak-anak di berbagai penelitian.
Hasilnya jelas bahwa pada sebagian besar penelitian, konsumsi gula tidak menyebabkan peningkatan hiperaktif atau perilaku mengganggu.
Penelitian selanjutnya memperkuat temuan ini, memberikan bukti lebih lanjut bahwa gula tidak menyebabkan hiperaktif pada anak-anak, bahkan pada anak yang didiagnosis dengan ADHD.
sumber: kompas.com
Untuk Pemasangan Billboard, Hubungi kami di :
WhatsApp / Office : +62813 1076 1888
Address : Perkantoran Grand Sudirman Blok D-18 Jl. Setia Maharaja, Pekanbaru 28282 , Riau – Indonesia
Email : [email protected]
Web : www.swastikaadvertising.com
Falcon Advertising, Swastika Advertising, Advertising, advertising agency, advertising pekanbaru, advertising riau, agency iklan pekanbaru, agency iklan riau, baliho pekanbaru, baliho riau, Billboard, billboard indo, billboard indonesia, Billboard Pekanbaru, billboard Riau, billboard terjangkau, dooh, lokasi baliho pekanbaru, lokasi baliho riau, lokasi billboard pekanbaru, lokasi billboard riau, marketing, media, ooh, out of home advertising, periklanan, reklame, sewa baliho pekanbaru, sewa baliho riau, sewa billboard pekanbaru, sewa billboard riau, sewa iklan pekanbaru, sewa iklan riau, sewa iklan, sewa reklame pekanbaru, sewa reklame riau, sewa billboard, spanduk, mini billboard, car billboard, spanduk




