Top Choice for Your Business

Klik untuk hubungi kami >> Contact Us

Stres Pandemik Berbeda dengan Depresi Biasa, Begini Tip Mengatasinya

Stres Pandemik Berbeda dengan Depresi Biasa, Begini Tip Mengatasinya

Pandemik virus corona atau COVID-19 membuat pemerintah menganjurkan masyarakat berdiam di rumah, untuk mencegah penyebaran COVID-19. Hampir satu bulan lebih, masyarakat menghabiskan waktu di rumah, tidak heran jenuh, bahkan stres mulai melanda.

Psikolog Rumah Sakit Pusat Pertamina Naning mengungkapan, stres di tengah pandemik saat ini berbeda dengan stres yang biasa dialami seorang karyawan, ibu rumah tangga, ibu pekerja, kalangan millennials seperti biasanya, sebab pandemik COVID-19 tidak bisa diprediksi.

“Ini kan sesuatu yang semua orang tidak pernah mengalami kondisi ini di luar kebiasaan, mungkin memang banyak sekali orang yang tidak siap untuk menghadapi tantangan untuk hidup di masa pandemik ini. Tentu saja pasti beda banget dengan stres dengan sehari hari,” kata dia, Kamis (7/5).

1. Masyarakat cenderung mengalami gangguan kesehatan mental

Naning mengatakan masyarakat banyak yang mengalami gangguan kesehatan mental saat pandemik virus corona, seperti depresi dan kecemasan. Kondisi tersebut bersumber dari ketidaktenteraman, ketidaknyamanan dan ekonomi.

“Kita jadi takut mau belanja ke luar bingung, nanti ketularan gak iya? Kalau dulu biasanya batuk bersin cuek aja, sekarang bersin dikit jadi cemas,” kata dia.

Baca Juga  Serba-serbi Menstruasi, Higienitas hingga Pilih Pembalut

2. Orang mulai terbiasa dengan rutinitas baru

Naning mengungkapkan kemungkinan saat ini orang sudah mulai terbiasa dengan rutinitas baru, berbeda saat awal-awal pemerintah menerapkan kebijakan diam di rumah.

“Jadi memang sebaiknya langsung membentuk rutinitas baru, karena kita tuh butuh sesuatu yang familiar untuk kita, sesuatu yang tidak familiar justru yang menunjukkan stres,” ujar dia.

3. Buat aktivitas WFH semirip mungkin saat kerja sebelum pandemik

Menurut Naning ada sejumlah cara untuk mengatasi stres dengan kondisi yang tidak menentu saat ini. Sebisa mungkin membuat jadwal rutin semirip sebelum work from home (WFH).

Naning menyarankan agar masyarakat juga sebaiknya mengontrol saat kondisi WFH. Dia mencontohkan banyak orang WFH namun dengan kondisi yang santai, misal ketika meeting online hanya memakai piyama.

“Mungkin seminggu, dua minggu fun tapi sebenarnya untuk jangka waktu yang panjang itu gak sehat, karena lama-lama tidak aktif secara mental juga. Jadi walau pun WFH perlakukan semirip mungkin dengan aktivitas sehari-hari, misal sebelum WFH sudah mandi dan memakai baju yang sesuai agar mood kita terbangun,” kata dia.

Baca Juga  Tips Sukses Berkarir Sekaligus Bekerja

Jika indekos, kata Naning, sebaiknya ambil sudut khusus WFH, jadi jelas mana ruang kerja mana ruang untuk istirahat.

4. Pikiran negatif datang? Perbanyaklah bersyukur

Kemudian usir kebosanan dengan kegiatan yang positif yang bisa dilakukan secara daring, semisal dengan senam, menari, bernyanyi, mencoba permainan baru bersama anak-anak, serta melakukan aktivitas yang tidak bisa dilakukan karena rutinitas yang padat sebelum pandemik.

“Jika merasa bosan dan pikiran negatif datang coba deh kita hitung aja sebenarnya apa sih yang kita syukuri hari ini? Kadang-kadang lupa saking sibuknya memikirkan kekurangan, misal WFH di rumah, bersyukurlah, andai di luar sana ada yang mempertaruhkan kesehatannya nyawanya untuk membantu melayani pasien COVID-19, pedagang, dan ojol yang harus bekerja di luar dan berisiko tertular,” kata Naning.

“Bersyukurlah punya pekerjaan, mungkin banyak juga yang PHK bingung bayar kontrakan, makan apa? Jadi harus banyak-banyak berhitung dan introspeksi, sebetulnya apa saja sih yang kita sudah dapat dibandingkan dengan apa saja sih yang belum kita dapat,”  dia menambahkan.

Baca Juga  Tips Foto Portrait Pakai Smartphone ala Profesional
WhatsApp chat