
Kehidupan pribadi Leonardo da Vinci hingga saat ini tidak banyak yang diketahui, termasuk keluarga atau bahkan ibu pelukis lukisan legendaris Mona Lisa ini. Da Vinci dikenal sebagai seniman, penemu, dan ahli anatomi Renaisans yang hebat.
Kini kumpulan dokumen baru yang ditemukan di dalam Arsip Negara Florence menjadi titik terang dari asal-usul Leonardo da Vinci. Dokumen itu ditemukan oleh seorang sejarawan Italia.
Jadi, siapakah sosok sebenarnya ibu Leonardo da Vinci?
Dalam dokumen baru berusia 600 tahun tersebut menunjukkan bahwa ibu Leonardo da Vinci adalah seorang gadis budak yang diculik saat remaja dari Kaukasus lalu dikirim ke Italia.
Jika dokumen tentang ibu dan asal-usul Leonardo da Vinci ini memang benar akurat, itu berarti ia tidak sepenuhnya berdarah Italia.
“Ibu Leonardo adalah seorang budak Sirkasia. Ia diambil dari rumahnya di Pegunungan Kaukasus, dijual dan dijual kembali beberapa kali di Konstantinopel, lalu Venesia, sebelum akhirnya tiba di Florence,” terang Carlo Vecce, penemu dokumen dan profesor sastra Italia di Universitas ‘L’Orientale’ Napoli.
Di Florence ini lah, ibu da Vinci yang bernama Caterina bertemu dengan notaris muda bernama Piero da Vinci yang merupakan ayah Leonardo.
Meneliti sejarah keluarga pelukis Mona Lisa, Leonardo da Vinci terbilang sulit karena sampai saat ini hanya nenek moyang sang ayah saja yang dapat ditelusuri dengan baik.
Sementara yang lain berpendapat bahwa ibu dari Leonardo da Vinci adalah seorang yatim piatu dan tinggal di rumah pertanian terlantar ketika bertemu dengan Piero da Vinci.
Satu-satunya fakta yang diketahui dengan pasti mengenai keluarga Leonardo da Vinci adalah orang tuanya tidak menikah dan ia lahir di luar nikah di kota Anchiano di Tuscan.
Vecce menemukan dokumen yang sebelumnya tidak diketahui saat melakukan penelitian di Arsip Negara Bagian Florence. Di antara dokumen itu terdapat sertifikat Latin yang ditandatangani oleh Piero dan bertanggal 2 November 1452.
Sertifikat itu berisi mengenai pembebasan Caterina dari perbudakan. Setahun sebelumnya, yakni pada 1451, Caterina bertemu Piero setelah dibeli oleh seorang ksatria Florentine untuk bekerja di rumahnya.
“Notaris yang membebaskan Caterina adalah orang yang sama yang mencintainya saat ia masih menjadi budak dan ia juga memiliki anak bersama Caterina,” kata Vecce.
Vecce juga menambahkan bahwa ia yakin Piero emosional saat menulis dokumen tersebut karena menghamili budak orang lain merupakan kejahatan. Namun tidak semua sejarawan yakin dengan teori ibu Leonardo da Vinci yang merupakan budak.
Martin Kemp, profesor emeritus Sejarah Seni di Universitas Oxford, Inggris menyatakan bahwa Caterina adalah seorang petani yatim piatu. Selain itu, menurut Kemp, Caterina adalah nama umum untuk budak perempuan yang dipaksa masuk Kristen, jadi dokumen bisa merujuk ke orang lain.
Untuk Pemasangan Billboard, Hubungi kami di :
WhatsApp / Office : +62813 1076 1888
Address : Perkantoran Grand Sudirman Blok D-18 Jl. Setia Maharaja, Pekanbaru 28282 , Riau – Indonesia
Email : [email protected]
Web : www.swastikaadvertising.com
Falcon Advertising, Swastika Advertising, Advertising, advertising agency, advertising pekanbaru, advertising riau, agency iklan pekanbaru, agency iklan riau, baliho pekanbaru, baliho riau, Billboard, billboard indo, billboard indonesia, Billboard Pekanbaru, billboard Riau, billboard terjangkau, dooh, lokasi baliho pekanbaru, lokasi baliho riau, lokasi billboard pekanbaru, lokasi billboard riau, marketing, media, ooh, out of home advertising, periklanan, reklame, sewa baliho pekanbaru, sewa baliho riau, sewa billboard pekanbaru, sewa billboard riau, sewa iklan pekanbaru, sewa iklan riau, sewa iklan, sewa reklame pekanbaru, sewa reklame riau, sewa billboard, spanduk, mini billboard, car billboard, spanduk




