FALCON Advertising
Top Choice for Your Business

Klik untuk hubungi kami >> Contact Us

Sejarah Onde-Onde di Indonesia, Perpaduan Budaya yang Kental

Onde-onde merupakan jajanan yang tidak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia. Makanan berbentuk bulat dengan lapisan wijen di permukaannya ini banyak dijajakan di pasar-pasar tradisional dan warung-warung.

Bahkan, makanan bertekstur kenyal ini menjadi salah satu jajanan khas dari kota Mojokerto. Di sana, onde-onde kerap diburu sebagai oleh-oleh saat berkunjung ke kota tersebut.

Namun siapa sangka, kuliner yang identik dengan jajanan tradisional ini ternyata bukanlah jajanan asli Indonesia. Jika menilik ke belakang, sejarah makanan ini justru berasal dari Negeri Tirai Bambu. Asal mula jajanan onde-onde adalah makanan untuk para pekerja batu dan tukang kayu yang sedang mengerjakan istana kekaisaran.

Makanan ini juga menjadi sajian pada perayaan dan tradisi Tionghoa. Ada filosofi tersendiri dari onde-onde yang berbentuk bulat. Bentuk ini dipercaya sebagai simbol keselamatan dan kebersamaan. Sedangkan wijen yang melapisinya merupakan simbol keberuntungan.

Onde-onde masuk ke Nusantara pada masa Kerajaan Majapahit. Saat itu, banyak pedagang Cina yang masuk ke kerajaan untuk berdagang. Para pedagang ini membawa dan memperdagangkan apa saja, termasuk onde-onde. Lambat laun, masyarakat di daerah yang mereka singgahi mulai mengenal dan menyukai onde-onde.

Baca Juga  Ini Dia 3 Rekomendasi Resto Mi di Solo, Enak Bikin Ketagihan

Bahan dasar onde-onde berasal dari beras ketan yang dibentuk bulat-bulat dan diberi isian di dalamnya. Di negara asalnya, onde-onde berisi pasta gula sehingga memiliki rasa yang kenyal, gurih dan manis. Ketika mendarat di Indonesia, jajanan ini kemudian mulai berakulturasi dengan budaya dan selera masyarakat setempat.

Isian berupa pasta gula dirasa kurang sesuai dengan selera dan lidah masyarakat lokal di Indonesia. Oleh karena itu, masyarakat lokal mengganti isian onde-onde dengan kacang hijau rebus yang ditumbuk halus lalu dicampur dengan gula. Isian seperti ini ternyata lebih cocok dengan selera masyarakat lokal.

Hingga saat ini, onde-onde masih menjadi jajanan yang banyak dicari dan eksis di pasaran. Tampilan dan isian onde-onde juga semakin bervariasi mengikuti tren dan perkembangan zaman. Tidak hanya menggunakan kacang hijau yang dihaluskan, banyak produsen dan penjual makanan ini yang melakukan modifikasi dengan mengganti isian onde-onde dengan cokelat, keju, selai dan berbagai isian lainnya.

Untuk Pemasangan Billboard, Hubungi kami di :
WhatsApp / Office : +62813 1076 1888
Address : Perkantoran Grand Sudirman Blok D-18 Jl. Setia Maharaja, Pekanbaru 28282 , Riau – Indonesia
Email : [email protected]
Web : www.swastikaadvertising.com

Baca Juga  Cara Masyarakat Amerika Serikat Pertahankan Budaya Kulinernya

Falcon Advertising, Swastika Advertising, Advertising, advertising agency, advertising pekanbaru, advertising riau, agency iklan pekanbaru, agency iklan riau, baliho pekanbaru, baliho riau, Billboard, billboard indo, billboard indonesia, Billboard Pekanbaru, billboard Riau, billboard terjangkau, dooh, lokasi baliho pekanbaru, lokasi baliho riau, lokasi billboard pekanbaru, lokasi billboard riau, marketing, media, ooh, out of home advertising, periklanan, reklame, sewa baliho pekanbaru, sewa baliho riau, sewa billboard pekanbaru, sewa billboard riau, sewa iklan pekanbaru, sewa iklan riau, sewa iklan, sewa reklame pekanbaru, sewa reklame riau, sewa billboard, spanduk, mini billboard, car billboard, spanduk

WhatsApp chat