FALCON Advertising
Top Choice for Your Business

Klik untuk hubungi kami >> Contact Us

Proyek LRT Mundur 1 Tahun, Biaya Investasi Membengkak?

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pembangunan Prasarana LRT Jabodebek Ferdian Suryo Adhi Pramono tak memungkiri dampak mundurnya proyek kereta layang ringan akan berpengaruh terhadap nilai Investasi dari sisi prasarana maupun sarana. Nilai investasi akan bertambah karena bunga pinjaman di bank atau interest terus meningkat.    “Tapi yang tidak kita hindari adalah interest. Mau enggak mau bunga bank satu tahun kan interest-nya pasti bertambah,” ujar Ferdian.

Ferdian mengatakan perubahan nilai investasi itu kecil ketimbang angka perkiraan pada awal proyek berlangsung. Perubahan tersebut pun sudah diperhitungkan dalam adendum penyesuaian kontrak yang ditandatangani pada 2020.

Adapun proyek LRT setelah adendum memiliki nilai kontrak Rp 23,3 triliun. Angka itu sudah termasuk dengan pajak. Ferdian menjelaskan perhitungan penyesuaian nilai investasi telah melalui proses peninjauan dari Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP). “Sudah ada review dari BPKP, untuk infrastruktur prasarananya sudah diperhitungkan. Sedangkan dari sisi sarana , dari KAI juga sudah ada proses review-nya,” tutur Ferdian. Laporan ihwal adanya penyesuaian nilai investasi proyek pun telah diserahkan kepada Kementerian Keuangan. “Sudah dilaporkan ke Kemenkeu dan sudah masuk ke coverage,” ujar Ferdian.

Baca Juga  Viral Ibu-ibu Datang Kondangan Cuma Pakai Daster, Malah Dapat Hadiah Uang Saat Foto Bareng Pengantin

Pengoperasian proyek kereta layang ringan dipastikan mundur satu tahun dari target. Kereta yang semula digadang-gadang bisa mengangkut penumpang pada 2021, kini molor menjadi 2022. Ferdian menjelaskan mundurnya proyek itu disebabkan oleh penyelesaian pembebasan lahan di Depo Jatimulya, Bekasi.

Depo merupakan bagian vital dari pembangunan LRT karena merupakan pusat operation control center (OCC). “Pembebasan lahan di depo harusnya awal 2019, tapi mundur 2020 mau selesai. Setahun itulah yang menyebabkan mau tidak mau (proyek LRT) setahun juga mundunya,” ujar Ferdian. Ferdian menyebut saat ini pembebasan lahan LRT, termasuk depo, telah selesai. Untuk pembangunan Depo Jatimulya, ia memastikan penyelesaian proyek sudah mencapai 60 persen. Adapun secara keseluruhan untuk pembangunan prasarana, proyek LRT rute Cawang-Cibubur, Cawang-Dukuh Atas, dan Cawang-Bekasi telah mencapai 87,6 persen per 18 Oktober. Kereta LRT lintas pertama rencananya beroperasi pada pertengahan 2022 dan akan melewati 18 stasiun.

Untuk Pemasangan Billboard, Hubungi kami di :
WhatsApp / Office : +62813 1076 1888
Address : Perkantoran Grand Sudirman Blok D-18 Jl. Setia Maharaja, Pekanbaru 28282 , Riau – Indonesia
Email : [email protected]
Web : www.swastikaadvertising.com

Baca Juga  Seberapa Dalamkah Air Laut ?

Falcon Advertising, Swastika Advertising, Advertising, advertising agency, advertising pekanbaru, advertising riau, agency iklan pekanbaru, agency iklan riau, baliho pekanbaru, baliho riau, Billboard, billboard indo, billboard indonesia, Billboard Pekanbaru, billboard Riau, billboard terjangkau, dooh, lokasi baliho pekanbaru, lokasi baliho riau, lokasi billboard pekanbaru, lokasi billboard riau, marketing, media, ooh, out of home advertising, periklanan, reklame, sewa baliho pekanbaru, sewa baliho riau, sewa billboard pekanbaru, sewa billboard riau, sewa iklan pekanbaru, sewa iklan riau, sewa iklan, sewa reklame pekanbaru, sewa reklame riau, sewa billboard, spanduk, mini billboard, car billboard, spanduk

WhatsApp chat