Top Choice for Your Business

Klik untuk hubungi kami >> Contact Us

Pacar Obsesif? Kamu Harus Buat Batasan

Memiliki pasangan yang selalu berada di samping kita, menjaga kita, dan memberikan segalanya buat kita memang menyenangkan. Tapi, ternyata nggak semua hal-hal romantis itu baik dan sehat. Ada juga yang bisa mengarah kepada obsesi, bukan cinta.

Pacar yang obsesif sering kali melakukan banyak hal ekstrem dalam hubungan kalian. Ia mungkin senang menuntut dan mengontrol, sampai dapat menimbulkan ancaman nyata bagi keselamatan fisik dan emosionalmu.

Berikut ada beberapa cara yang mungkin bisa kamu lakukan untuk menghadapi pacar yang obsesif.

Sadari bahwa itu bukanlah cinta

Cinta dan obsesi kadang beda tipis. Tapi, kamu pasti merasakan kalau perbuatan dia tak lagi berdasarkan cinta. Perasaan obsesif akan membuat kamu dibayang-bayangi rasa tidak aman dan takut. Kalau kamu sudah merasakan tanda-tanda bahwa dia tak lagi cinta dan hanya rasa obsesi, jangan menghiraukannya.

Sadarilah bahwa obsesi bukanlah cinta, dan ini tidak sehat. Terimalah bahwa dia menjadi obsesi juga bukan karena salahmu dan kamu tidak bertanggung jawab atas perilaku pasanganmu sepenuhnya.

Buat batasan

Menetapkan batasan dalam sebuah hubungan sangatlah penting, apalagi ini berhubungan dengan dia yang penuh rasa obsesi. Memegang batasan yang kuat adalah kebalikan dari bersikap obsesif. Tetapkan batasan yang jelas dengannya dan komunikasikan dengan tegas.

Ketika kamu memiliki dan menegakkan batasanmu dengan tegas, perilaku obsesif pasanganmu mau tak mau harus berubah. Hindari terlibat dalam percakapan atau argumen yang panjang, dan jangan menyerah dengan memenuhi tuntutannya.

Bersikaplah penyayang, namun jangan terlalu berlebihan

Jika pacarmu yang obsesif sebenarnya adalah orang yang baik, dia mungkin tahu bahwa obsesinya tidak sehat bagi kalian berdua. Kamu bisa berempati padanya dan bersikap bijaksana. Untuk bisa mencoba membuatnya memberikanmu ruang, ini membutuhkan belas kasih.

Tapi, ingatlah bahwa penting juga bagimu untuk mengutamakan kesejahteraan dirimu sendiri lebih dulu. Berkencan dengan pacar yang obsesif itu berbahaya, dan kamu tidak boleh membiarkan kebaikan dan kasih sayangmu menghalangi dirimu untuk merasakan kebahagiaan dari hubungan yang sehat.

Baca Juga  Selain Mata, 5 Kondisi Rambut Ini Juga Bisa Menentukan Kesehatan Tubuh
WhatsApp chat