Top Choice for Your Business

Klik untuk hubungi kami >> Contact Us

Momen Lebaran Ditanya ‘Kapan Nikah?’, Ini Saran dari Psikolog

Berkumpul bersama keluarga di Hari Raya Idul Fitri tentu menjadi momen yang ditunggu-tunggu. Beberapa orang yang merantau, akan balik ke kampung halamannya dan bertemu dengan sanak saudara guna menjalin silaturahmi.

Terkadang, di momen-momen tertentu seperti lebaran, akan timbul pertanyaan-pertanyaan yang bersifat pribadi. Terlebih jika seseorang yang usianya sudah menginjak 25 tahun ke atas namun belum menikah. Tak bisa dihindari bahwa kalimat ‘Kapan menikah?’, ‘Kapan punya anak?’, dan lain-lain akan dipertanyakan.

Joice Manurung selaku Psikolog dan Grafolog memberikan beberapa opsi untuk kita bisa menjawab pertanyaan yang bersifat pribadi. Yakni, dengan cara membangun sikap rasional.

“Kalau kita sudah tahu akan ditanya, berarti kita perlu membangun sebuah sikap rasional, di mana jika ditanya kapan menikah, kapan punya anak adalah hal yang wajar. Jawabannya, ‘mohon doanya ya’, itu jawaban pertama,” ungkapnya.

“Lalu yang kedua, kalau misalnya ditanya secara beruntun seperti itu, berikan saja jawaban sederhana dan singkat. Misal, ‘yang pasti saya menikah, tunggu saja waktunya’. Sudah, tegas dan singkat,” lanjutnya.

Baca Juga  5 Kenikmatan dari Hamil Kebo yang Gak Alami Mual dan Ngidam! Impian Para Moms

Jika dirasa masih tidak nyaman dengan pertanyaan-pertanyaan tersebut, Joice Manurung juga memberikan tips untuk mengalihkan, atau bisa juga dengan cara ‘kabur’ agar orang-orang tidak lagi fokus terhadap kita.

“Dan yang berikutnya pakai cara lain, misalnya mengalihkan. Contoh, jika ditanya ‘kapan nih punya pasangan?’, ‘Ya saya tunggu tante dulu, kapan punya cucu?’. Itu bisa, mengalihkan pertanyaan tersebut dengan hal lain yang bisa kita jadikan pertanyaan bagi orang lain,” ungkap Joice Manurung.

“Tapi ada juga, cara lain, namanya escaping, kabur. Jadi ketika banyak orang sudah merongrong kita, cara yang paling ampuh adalah kabur, misalnya ‘Maaf tante, ada telepon masuk, saya permisi dulu’ sehingga orang tidak lagi fokus terhadap kita,” tutupnya.

WhatsApp chat