Top Choice for Your Business

Klik untuk hubungi kami >> Contact Us

Inilah Perbedaan Self-Quarantine Dan Isolasi Mandiri

Menyebarnya virus Corona secara cepat membuat seluruh dunia kocar-kacir. Selain dampaknya yang sangat berbahaya bagi kesehatan diri, virus ini juga bisa ditularkan dengan cepat. 
Dilansir dari CDC, virus tersebar melalui droplet penderita saat ia batuk atau bersin. Orang lain tertular jika droplet tersebut masuk ke mulut atau hidung, dan masuk ke paru-paru. 
Selain itu, seseorang juga bisa terserang COVID-19 saat memegang barang yang terkena virus, kemudian memegang mulut atau matanya.

Jumlah penderita virus Corona di Indonesia makin meningkat. Berbagai tindakan preventif dilakukan pemerintah. 
Nah, untuk skala individu, sebenarnya ada banyak tindakan pencegahan yang bisa kita lakukan. 
Beberapa campaign seperti cuci tangan dan physical distancing sudah dilakukan sejak dua minggu terakhir. Selain itu, kita juga bisa melakukan self-quarantine dan isolasi. 
Kalian pasti nggak asing dengan kedua istilah itu sekarang. Namun, sebenarnya kedua langkah tersebut memiliki prosedur yang berbeda, lho!

Apa Perbedaan Self-Quarantine dan Isolasi Mandiri?
Kamu mungkin sering melihat kedua istilah tersebut di internet dan beragam portal berita. Keduanya terdengar mirip, tetapi sebenarnya berbeda. Dilansir dari CDC dan HHS.gov, isolasi dilakukan untuk memisahkan individu yang positif terjangkit virus dari orang-orang lain yang masih sehat. Sementara itu, karantina sendiri membatasi pergerakan orang-orang yang berada atau beraktivitas di area penyebaran virus. Tujuannya adalah mengetahui apakah orang-orang tersebut menunjukkan gejala-gejala virus atau tidak.

Baca Juga  Untuk Menjaga Kulit Tetap Lembab, Kapan Waktu yang Tepat Untuk Menggunakan Losion ?

Secara singkat, perbedaan ada pada kepastian positif atau negatifnya seseorang. Untuk individu yang terbukti positif terjangkit virus Corona, isolasi perlu dilakukan. Sementara itu, kalau kamu tinggal di kota atau kawasan penyebaran virus, tetapi tidak atau belum terbukti positif, karantina sangat dianjurkan. Portal One Medical menyebutkan bahwa self-quarantine dan pembatasan fisik disarankan dilakukan selama 14 hari.

Sementara itu, isolasi bisa dilakukan di instansi kesehatan seperti rumah sakit atau secara individual. Untuk isolasi diri, One Medical menyebutkan bahwa penderita diharuskan tinggal di rumah, menjaga jarak dengan anggota keluarga, dan mengenakan masker. 
Oh, ya! Isolasi juga tidak hanya dilakukan oleh penderita, tetapi juga anggota keluarga penderita.

WhatsApp chat