Top Choice for Your Business

Klik untuk hubungi kami >> Contact Us

Hati-Hati, Inilah Macam-Macam Jenis Virus Flu Yang Bisa Menjangkitimu

Flu adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dan biasanya sangat mudah ditularkan. Gejala yang biasanya muncul saat terserang penyakit ini antara lain demam, sakit kepala, pilek, dan batuk.

Pada dasarnya flu bukanlah penyakit serius, namun tetap harus ditangani dengan tepat. Saat terkena flu ringan, biasanya perawatan yang dibutuhkan adalah istirahat, banyak minum air dan minum obat selama beberapa hari. Setelah beberapa hari, biasanya flu akan sembuh dengan sendirinya.

Ternyata, virus flu juga banyak macamnya, dan penanganannya pun berbeda-beda. Yuk, cek jenis-jenis flu yang telah rangkum untuk kamu di bawah ini.

Virus flu burung
Flu burung merupakan salah satu jenis flu yang terjadi akibat infeksi virus H5N1 dan H7N9. Sebenarnya, virus ini merupakan jenis virus influenza yang menyerang unggas, kemudian ditularkan oleh burung kepada manusia.

Penularan virus flu burung pada manusia dapat terjadi melalui sentuhan langsung dengan unggas yang terinfeksi, menghirup debu dari kotoran unggas, dan juga saat mengonsumsi daging atau telur dari unggas yang dimasak dengan proses yang kurang benar.

Sayangnya, salah satu kelompok yang paling rentan tertular virus ini adalah anak-anak. Sistem kekebalan tubuh anak-anak yang belum sempurna menyebabkan mereka menjadi lebih rentan terinfeksi.

Ada beberapa gejala yang biasanya muncul sebagai tanda terinfeksi flu burung. Gejala yang sering muncul di antaranya adalah demam tinggi, batuk, pilek, nyeri pada tenggorokan, dan juga nyeri otot. Dalam tingkatan yang lebih parah, gejalanya bisa berupa muntah, diare, bahkan konjungtivis.

Baca Juga  Ini Kesalahan-Kesalahan Anak Muda dalam Meraih Kesuksesan

Penyakit flu burung tidak boleh dianggap enteng dan harus ditangani dengan serius. Jika sudah menginfeksi, penyakit ini bisa dengan cepat berkembang menjadi pneumonia alias infeksi paru dan mengakibatkan penderitanya mengalami sesak napas, batuk, pilek, hingga demam.

Virus flu Singapura
Flu Singapura, atau yang juga dikenal sebagai HFMD (Hand Foot and Mouth Disease) terjadi akibat virus enterovirus yang menyerang bagian tangan, kaki, atau mulut.

Flu Singapura sering disalahartikan oleh orang-orang sebagai penyakit cacar air. Meski gejala dari kedua penyakit ini terbilang mirip, namun sebenarnya flu Singapura dan cacar air adalah penyakit yang berbeda.

Gejala yang ditimbulkan jika terjangkit penyakit ini biasanya ditandai dengan munculnya ruam merah pada kulit dan disertai demam tinggi. Gejala lainnya yang biasanya dirasakan penderita adalah sakit tenggorokan dan berkurangnya nafsu makan.

Penularan penyakit flu Singapura terbilang mirip dengan influenza. Virus flu Singapura akan ditularkan melalui kontak langsung, yaitu ketika sang penderita bersin, bernapas, juga batuk.

Virus flu Singapura mudah berpindah pada seseorang dengan kekebalan tubuh yang lemah. Biasanya, anak-anak berusia 2 hingga 5 tahun rentan tertular virus ini sebab sistem kekebalan tubuh mereka masih belum sempurna.

Baca Juga  Tips Menghilangkan Bekas Jerawat Membandel Secara Alami dan Cepat

Kabar baiknya, meskipun merupakan jenis penyakit menular, namun flu Singapura adalah jenis penyakit yang tidak terlalu berbahaya dan tidak membutuhkan perawatan khusus. Biasanya, gejala dari penyakit ini akan hilang dan membaik dalam waktu kurang lebih dua minggu.

Walau begitu, bukan berarti kita dapat membiarkan penyakit ini tanpa penanganan. Jika dibiarkan saja tanpa adanya perawatan yang tepat, flu Singapura dapat menyebabkan komplikasi penyakit yang serius, contohnya polio, meningitis, bahkan dapat menyebabkan kematian.

Virus flu babi
Flu babi merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus H1N1. Penyakit ini diberi nama flu babi atau swine flu karena gen virus yang menjadi penyebab dari penyakit ini mirip dengan virus influenza yang sering menyerang babi.

Flu babi pertama kali muncul pada April 2009, dan kemudian menyerang jutaan orang. Pada Juni 2009 flu babi lalu dinyatakan sebagai pandemi oleh World Health Organization (WHO).

Meskipun penularannya sangat cepat, namun rasio kematian yang diakibatkan oleh flu babi relatif rendah. Gejala yang akan timbul jika terjangkit penyakit ini di antaranya adalah batuk, sakit tenggorokan, demam, menggigil, kelelahan, nyeri otot, serta diare.

Penyebaran virus flu babi bukan melalui konsumsi daging babi, melainkan melalui udara seperti flu pada umumnya. Biasanya, orang yang bekerja atau tinggal di sekitar populasi babi lebih berisiko terinfeksi penyakit ini.

Baca Juga  Barcelona Buru 3 Pemain Ini

Virus flu tulang
Flu tulang atau yang biasa disebut sebagai chikungunya, merupakan jenis penyakit yang penyebarannya disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes Albopictus. Nyamuk ini biasanya menggigit pada siang hari, saat manusia sedang beraktivitas.

Gejala yang timbul akibat terinfeksi virus flu tulang umumnya hampir mirip dengan gejala demam berdarah, yaitu demam tinggi dan sakit kepala. Gejala yang lebih spesifik dari flu tulang adalah rasa nyeri pada tulang, pembengkakan pada sendi, dan timbulnya ruam kemerahan pada kulit.

Meski bukan jenis penyakit yang mematikan, namun jika kasusnya cukup parah dan tidak ditangani dengan baik, flu tulang dapat menyebabkan kelumpuhan. Untungnya, kelumpuhan ini hanya bersifat sementara.

Flu Australia disebabkan oleh virus influenza tipe A, yaitu H3N2. Flu ini pertama kali teridentifikasi di Australia, lalu kemudian menyebar ke Inggris, dan kasus yang paling parah adalah di Amerika Serikat.

Virus flu Australia menyebar dengan cepat melalui udara saat penderitanya batuk atau bersin. Virus ini dapat bertahan di udara selama 24 jam.

Gejala yang timbul jika terjangkit penyakit ini biasanya adalah demam tinggi, mual, muntah, diare, radang tenggorokan, bahkan gangguan tidur. Ditemukan pula gejala seperti kelelahan dan sakit telinga pada kasus tertentu.

WhatsApp chat