FALCON Advertising
Top Choice for Your Business

Klik untuk hubungi kami >> Contact Us

Emotional Eating, Makan Tak Terkontrol Akibat Dorongan Emosi

Emotional Eating dan Dampaknya yang Harus Kamu Tahu

Falcon Advertising - 

Makan dilakukan untuk mendapatkan nutrisi yang diperlukan tubuh. Ketika sehari-hari beraktivitas, tentu tubuh membutuhkan nutrisi yang lebih banyak dibanding ketika berdiam diri.

Melansir dari Healtline makan yang didorong rasa lapar dan emosional sulit untuk dibedakan.

Jika seseorang makan dengan teratur setiap hari dan mengenali porsi masing-masing, saat mengalami emotional eating tentu akan lebih mudah dikenali. Mungkin, penyebabnya juga akan lebih disadari dan mudah diatasi.

Ketika mengalami situasi yang membutuhkan kewaspadaan tinggi, secara natural tubuh akan mengeluarkan hormon kortisol. Hormon ini juga pemicu makan banyak berdasarkan dorongan emosi.

Pada akhirnya, orang akan mencari makanan yang bisa membuat lebih nyaman. Selain hasrat makan yang meningkat, pikiran juga jadi susah fokus.

Emotional eating berkemungkinan besar dalam menentukan angka timbangan yang menunjukkan berat badan. Apalagi jika terus-menerus makan berdasarkan kondisi emosi, bukan karena rasa lapar. Yang artinya lebih jauh, menurunnya kesehatan tubuh serta mental perlu segera diatasi.

Sebanyak 40 persen orang yang merasa stres akan makan lebih banyak tanpa berpikir panjang. Sedangkan 40 persen sisanya lebih memilih makan sedikit dan 20 persennya tidak mengalami perubahan pada pola makannya saat mengalami stres.

Baca Juga  Sehat dan Menyegarkan, Ini Resep Caramel Pudding Cemilan untuk Buka Puasa

Secara tidak langsung, emotional eating terbentuk dari pola hidup lingkungan. Sejak kecil, jika orang terdekat sering menawarkan makanan enak atau yang bisa menenangkan ketika sedang sedih atau emosi negatif lainnya, maka akan menjadi kebiasaan.

Kebiasaan ini terbentuk dari mengkonsumsi makanan enak sebagai reward karena telah mengalami masa-masa sulit.

Yang lebih parah, makan banyak tak terkendali dan dengan sembunyi-sembunyi disebut dengan binge eating.

Kedua gangguan makan ini memiliki penyebab yang sama, tetapi responnya yang berbeda. Jika emotional eating masih memilih makanan tertentu yang menyamankan. Tetapi binge eating mampu menghabiskan makanan dalam jumlah besar.

Gangguan makan yang lain misalnya, anorexia juga tak hanya dipengaruhi kondisi emosional dan psikologis. Faktor hormonal juga memengaruhi, seperti tingkat serotonin yang menekan nafsu makan hingga pada tingkat yang ekstrem.

Masalah makan, pada dasarnya berhubungan dengan dua aspek. Yang terlihat dengan jelas adalah kondisi fisik, seperti campur tangan hormon, dan kondisi mental seseorang.

Untuk mengatasinya, perlu mengenali rasa lapar dan menemukan cara-cara positif untuk memperbaiki suasana hati.

Baca Juga  Seperti Sinar Matahari, Memasak Juga Dapat Membahayakan Kesehatan Kulit

Untuk Pemasangan Billboard, Hubungi kami di :
WhatsApp / Office : +62813 1076 1888
Address : Perkantoran Grand Sudirman Blok D-18 Jl. Setia Maharaja, Pekanbaru 28282 , Riau – Indonesia
Email : [email protected]
Web : www.swastikaadvertising.com

Falcon Advertising, Swastika Advertising, Advertising, advertising agency, advertising pekanbaru, advertising riau, agency iklan pekanbaru, agency iklan riau, baliho pekanbaru, baliho riau, Billboard, billboard indo, billboard indonesia, Billboard Pekanbaru, billboard Riau, billboard terjangkau, dooh, lokasi baliho pekanbaru, lokasi baliho riau, lokasi billboard pekanbaru, lokasi billboard riau, marketing, media, ooh, out of home advertising, periklanan, reklame, sewa baliho pekanbaru, sewa baliho riau, sewa billboard pekanbaru, sewa billboard riau, sewa iklan pekanbaru, sewa iklan riau, sewa iklan, sewa reklame pekanbaru, sewa reklame riau, sewa billboard, spanduk, mini billboard, car billboard, spanduk

WhatsApp chat