Keju memiliki rasa gurih yang lezat. Tidak heran jika saat ini keju menjadi salah satu bahan makanan populer di Indonesia yang kerap ditambahkan ke dalam berbagai menu kekinian.
Namun hati hati dalam mengkonsumsi keju yang berlebih karena dapat memicu berbagai efek samping yang berdampak pada tubuh dan kesehatan kita.
Nah untuk mengetahui lebih lanjut apa saja efek samping makan keju berlebihan, simak penjelasan berikut.
Sembelit
Efek samping terlalu banyak makan keju yang pertama adalah sembelit. Keju yang kaya akan lemak dan rendah serat yang dapat memperlambat pencernaan dan membuat tinja lebih sulit melewati usus. Hal ini dapat menyebabkan jarang buang air besar dan kesulitan membuang kotoran.
Efek jangka pendek dari mengkonsumsi keju dalam jumlah besar adalah menyebabkan ketidaknyamanan dan kembung. Sementara konsumsi berlebihan dalam jangka panjang dapat menyebabkan sembelit kronis.
Bisa mengalami peradangan
Kasein, protein yang ditemukan dalam susu dan komponen utama keju, berpotensi menimbulkan berbagai efek samping dan masalah kesehatan. Salah satunya, peradangan.
Pada beberapa orang, kasein ini dapat memicu respons imun yang berkontribusi terhadap peradangan dalam tubuh, yang ditunjukkan lewat berbagai gejala, termasuk masalah pencernaan, masalah kulit, ketidaknyamanan pernapasan, hingga nyeri sendi.
Mengalami heartburn
Konsumsi keju berlebihan juga dapat mengakibatkan heartburn atau rasa panas di area dada pada beberapa orang.
Kandungan keju yang tinggi lemak dapat mengendurkan lower esophageal sphincter (LES), otot yang biasanya mencegah asam lambung mengalir kembali ke kerongkongan. Hal ini dapat mengakibatkan rasa panas di dada dan tenggorokan.
Jika dibiarkan, heartburn kronis ini bisa merusak lapisan esofagus dan menyebabkan kondisi yang lebih serius seperti penyakit gastroesophageal reflux (GERD).
Breakout
Menurut pedoman klinis yang diterbitkan oleh American Academy of Dermatology (AAD), terbukti bahwa makanan dengan indeks glikemik tinggi dan pola makan bisa memicu munculnya jerawat.
Karena itu, orang yang memiliki kulit rentan berjerawat bisa mengalami breakout (kondisi kulit iritasi dan berjerawat) jika mengonsumsi sesuatu secara berlebihan. Misalnya saja, keju.
Jerawat akibat konsumsi keju dapat dikaitkan dengan hormon yang ada dalam susu, termasuk insulin-like growth factor 1 (IGF-1), yang dapat merangsang produksi sebum dan berkontribusi pada pori-pori yang tersumbat.
Selain itu, keju mengandung lemak jenuh yang tinggi yang dapat memicu peradangan pada tubuh dan berpotensi memperburuk kondisi kulit yang ada.
Kendati demikian, saat ini hanya ada sedikit bukti yang menunjukkan bahwa susu atau keju dapat memengaruhi jerawat, sehingga AAD menyimpulkan bahwa saat ini tidak ada perubahan pola makan khusus bagi pendeita jerawat.
Untuk Pemasangan Billboard, Hubungi kami di :
WhatsApp / Office : +62813 1076 1888
Address : Perkantoran Grand Sudirman Blok D-18 Jl. Setia Maharaja, Pekanbaru 28282 , Riau – Indonesia
Email : [email protected]
Web : www.swastikaadvertising.com
Falcon Advertising, Swastika Advertising, Advertising, advertising agency, advertising pekanbaru, advertising riau, agency iklan pekanbaru, agency iklan riau, baliho pekanbaru, baliho riau, Billboard, billboard indo, billboard indonesia, Billboard Pekanbaru, billboard Riau, billboard terjangkau, dooh, lokasi baliho pekanbaru, lokasi baliho riau, lokasi billboard pekanbaru, lokasi billboard riau, marketing, media, ooh, out of home advertising, periklanan, reklame, sewa baliho pekanbaru, sewa baliho riau, sewa billboard pekanbaru, sewa billboard riau, sewa iklan pekanbaru, sewa iklan riau, sewa iklan, sewa reklame pekanbaru, sewa reklame riau, sewa billboard, spanduk, mini billboard, car billboard, spanduk




