Penderita diabetes membutuhkan berbagai cara untuk menormalkan kembali kadar gula darah. Antara lain dengan mengatur pola makan dan jenis makanan dengan indeks glikemik rendah. Mengatur pola makan dikenal dengan istilah pola makan.
Ada pula berbagai jenis diet, misalnya diet penurunan berat badan dan diet diabetes seperti diet ketofastosis. Diet ketofastosis adalah diet yang menggabungkan diet ketogenik dan diet fastosis.
Diet ketogenik adalah diet rendah karbohidrat sedangkan fastosis adalah puasa ketosis. Sehingga jika digabungkan memiliki aturan puasa dalam keadaan ketosis.
Nah, keadaan ketosis adalah sumber energi yang didapat tubuh dari lemak. Biasanya sebelum menjalani diet, sumber energi diperoleh dari kalori karbohidrat.
Perbedaan antara diet ketogenik dan diet ketofastosis terletak pada proses berpuasa. Diet ketogenik tidak melibatkan makan atau puasa yang ketat seperti ketofastosis. Keduanya memiliki aturan tentang komposisi makanan berupa lemak (80 persen), protein (15 persen), dan karbohidrat (5 persen).
Keuntungan kedua dari diet ini adalah mampu menurunkan berat badan. Tetapi diet ketogenik juga bermanfaat untuk pengobatan neurosis, seperti epilepsi.
Di beberapa sumber, diet ketofastosis dianggap cocok untuk penderita diabetes. Namun fakta dibuktikan dengan penelitian bahwa diet ketogenik dapat meningkatkan sensitivitas insulin.
Ketika insulin bekerja lebih sensitif ada baiknya pengobatan berhenti minum obat diabetes. Apalagi bagi penderita diabetes tipe 2. Di sisi lain, diet ketofastosis memiliki risiko rendah dalam mengontrol gula darah.
Dampaknya penderita diabetes dan menjalani diet ketofastosis akan merasakan kelelahan, lemas, dan hipoglikemia akibat puasa.
Jika Anda penderita diabetes dan berencana untuk melakukan diet, ada baiknya berkonsultasi dengan ahlinya terlebih dahulu tentang diet mana yang paling sesuai dengan kondisi tubuh Anda. Diet ketofastosis juga tidak dianjurkan untuk wanita hamil dan orang yang perlu makan secara teratur.
Dilansir Kompas, Rabu 19 Mei 2018, diet ketofastosis tidak langsung dianjurkan. Pasalnya, tubuh membutuhkan adaptasi yang artinya harus menjalani diet ketogenik terlebih dahulu baru kemudian menyertai pengaturan jam makan melalui puasa atau ketofastosis.
Durasi puasa antara 12-16 jam selama 4 hari dalam seminggu. Saat berbuka puasa, Anda bisa mengonsumsi makanan rendah karbohidrat dan tinggi lemak. Selain itu, diet ketofastosis tidak dianjurkan lebih dari 6 bulan.
Untuk mendapatkan hasil maksimal dari diet, setelah ketofastosis, Anda bisa kembali ke diet ketogenik.
Untuk Pemasangan Billboard, Hubungi kami di :
WhatsApp / Office : +62813 1076 1888
Address : Perkantoran Grand Sudirman Blok D-18 Jl. Setia Maharaja, Pekanbaru 28282 , Riau – Indonesia
Email : [email protected]
Web : www.swastikaadvertising.com
Falcon Advertising, Swastika Advertising, Advertising, advertising agency, advertising pekanbaru, advertising riau, agency iklan pekanbaru, agency iklan riau, baliho pekanbaru, baliho riau, Billboard, billboard indo, billboard indonesia, Billboard Pekanbaru, billboard Riau, billboard terjangkau, dooh, lokasi baliho pekanbaru, lokasi baliho riau, lokasi billboard pekanbaru, lokasi billboard riau, marketing, media, ooh, out of home advertising, periklanan, reklame, sewa baliho pekanbaru, sewa baliho riau, sewa billboard pekanbaru, sewa billboard riau, sewa iklan pekanbaru, sewa iklan riau, sewa iklan, sewa reklame pekanbaru, sewa reklame riau, sewa billboard, spanduk, mini billboard, car billboard, spanduk




