Orangtua perlu memberi stimulasi yang tepat sesuai dengan perkembangan dan kesiapan anak untuk mendukung kecerdasannya.
Ada berbagai jenis stimulasi yang diperlukan untuk perkembangan kemampuan anak sejak bayi sampai anak besar. Misalnya saja stimulasi motorik untuk membantu anak berjalan atau makan, hingga stimulasi berupa membacakan buku dan mengenal huruf.
Namun, orangtua harus hati-hati. Stimulasi yang tidak sesuai dengan tahap perkembangan anak bisa menyebabkan mereka mengalami overstimulasi. Hal ini dapat menyebabkan efek buruk pada anak, salah satunya menyebabkan tantrum.
Over stimulasi adalah respon tubuh terhadap aktivitas atau stimulasi yang berlebihan. Kita semua berinteraksi dengan stimulasi lingkungan setiap saat. Namun, kemampuan dan batasan tiap orang berbeda-beda.
Anak usia dini akan lebih mudah merasa over stimulasi dibanding anak yang lebih besar. Stimulasi berlebihan biasanya akan lebih rentan dialami anak penyandang autisme, kecemasan, atau gangguan perkembangan lainnya.
Pada dasarnya over stimulasi terjadi saat level rangsangan sensori melebihi kapasitas anak. Tiap anak punya batasan masing-masing dan kemampuan ini bisa berubah.
Tanda anak mengalami over stimulasi berbeda-beda tergantung usia dan temperamen anak.
Respon bayi saat mengalami over stimulasi biasanya menangis, menyentak tangan atau kaki, dan memalingkan wajah. Orangtua seringkali mengira anak hanya kelelahan.
Balita dan anak usia prasekolah biasanya mengalami tantrum, demikian juga dengan anak yang lebih besar namun mereka sudah bisa mengungkapannya lewat kata-kata. Ciri lain adalah anak menjadi agresif dan rewel.
Efek buruk lain jika mereka terlalu sering mengalami stimulasi berlebihan adalah jadi suka membangkang dan kemampuan belajarnya menurun.
Bila anak menunjukkan tanda-tanda tersebut, yang bisa kita lakukan adalah menghilangkan stimulasinya, termasuk membawa anak dari tempat bising atau ramai.
Jika anak mengalami over stimulasi dari lingkungan, bantulah mengurangi level stimulasinya misalnya dengan menutupi telinganya. Hindari menuntut anak untuk “menghadapinya”. Mereka butuh bantuan orangtua atau orang dewasa untuk menenangkan diri.
Cegah kondisi over stimulasi pada anak dengan memahami kebutuhannya. Misalnya bayi dan anak akan lebih mudah mengikuti aktivitas yang pendek dan memiliki jeda. Mereka butuh tidur siang atau waktu tenang setelah beraktivitas di lingkungan ramai.
Untuk Pemasangan Billboard, Hubungi kami di :
WhatsApp / Office : +62813 1076 1888
Address : Perkantoran Grand Sudirman Blok D-18 Jl. Setia Maharaja, Pekanbaru 28282 , Riau – Indonesia
Email : [email protected]
Web : www.swastikaadvertising.com
Falcon Advertising, Swastika Advertising, Advertising, advertising agency, advertising pekanbaru, advertising riau, agency iklan pekanbaru, agency iklan riau, baliho pekanbaru, baliho riau, Billboard, billboard indo, billboard indonesia, Billboard Pekanbaru, billboard Riau, billboard terjangkau, dooh, lokasi baliho pekanbaru, lokasi baliho riau, lokasi billboard pekanbaru, lokasi billboard riau, marketing, media, ooh, out of home advertising, periklanan, reklame, sewa baliho pekanbaru, sewa baliho riau, sewa billboard pekanbaru, sewa billboard riau, sewa iklan pekanbaru, sewa iklan riau, sewa iklan, sewa reklame pekanbaru, sewa reklame riau, sewa billboard, spanduk, mini billboard, car billboard, spanduk




