Beberapa bar di kota Yunani ditutup. Hal ini setelah terungkap bahwa bar atau pub tersebut mengumpulkan dan menjual kembali minuman yang sudah tidak terpakai kepada turis lain.
Dilansir New York Post, Jumat (8/9), bar-bar di Kavos, Pulau Corfu, Yunani baru-baru ini digerebek oleh Otoritas Pendapatan Publik Independen (AADE).
Agen dari lembaga tersebut mencurigai beberapa tempat usaha melakukan penghindaran pajak dengan menjual alkohol yang diselundupkan atau dioplos.
Operasi ini dilakukan oleh para auditor pajak dan bea cukai AADE dan petugas kepolisian setempat dari hari Rabu (30/8) hingga Jumat (1/9).
Para petugas menyisir area-area pesta yang populer dengan memeriksa apakah tempat tersebut telah memiliki izin resmi dan terdaftar untuk semua produknya.
Selain itu, mereka juga memastikan apakah alkohol yang disajikan bersih dan legal. Hasil penelusuran menemukan bahwa 26 bisnis tidak mengeluarkan setidaknya 40.578 tanda terima dengan nilai USD 286.782 atau sekitar Rp 4,39 miliar.
Tidak hanya kerugian finansial yang menjadi sorotan, namun beberapa bisnis menyajikan minuman yang tidak memiliki tanda nomor lot, yang berarti minuman tersebut adalah minuman selundupan atau palsu.
Selain itu, yang tidak menyenangkan, gerai-gerai lokal menjelaskan bahwa sudah menjadi kebiasaan di bar-bar tersebut untuk mengumpulkan minuman yang tidak habis dalam tong.
Minuman yang disimpan dalam tong tersebut nantinya akan disajikan lagi kepada pelanggan lain. Sebagai sanksinya, bar-bar tersebut ditutup selama 48 jam dan didenda.
Menurut kantor berita pemerintah, Kavos adalah tujuan pesta yang populer bagi para turis. Namun, tempat ini secara informal dianggap sebagai ‘zona terlarang’.
Sebab, tidak ada pemeriksaan dalam bentuk apapun yang dilakukan selama bertahun-tahun di sini. Kemudian, pemeriksaan dilakukan karena ada seorang turis yang meninggal di daerah tersebut pada 1 September lalu.
Ia diduga diberi alkohol yang sudah tercemar. Turis tersebut adalah Hannah Byrne. Ia ternyata adalah seorang polisi Inggris berusia 22 tahun.
Pihak berwenang meyakini dia meninggal setelah jatuh dan menderita cedera kepala. Namun kepala petugas medis Corfu, Yannis Aivatidis, mengatakan bahwa ia mencium bau alkohol di area hidungnya.
Yannis juga mempertanyakan bagaimana Hannah bisa meninggal hanya beberapa jam setelah tiba di daerah tersebut.
Untuk Pemasangan Billboard, Hubungi kami di :
WhatsApp / Office : +62813 1076 1888
Address : Perkantoran Grand Sudirman Blok D-18 Jl. Setia Maharaja, Pekanbaru 28282 , Riau – Indonesia
Email : [email protected]
Web : www.swastikaadvertising.com
Falcon Advertising, Swastika Advertising, Advertising, advertising agency, advertising pekanbaru, advertising riau, agency iklan pekanbaru, agency iklan riau, baliho pekanbaru, baliho riau, Billboard, billboard indo, billboard indonesia, Billboard Pekanbaru, billboard Riau, billboard terjangkau, dooh, lokasi baliho pekanbaru, lokasi baliho riau, lokasi billboard pekanbaru, lokasi billboard riau, marketing, media, ooh, out of home advertising, periklanan, reklame, sewa baliho pekanbaru, sewa baliho riau, sewa billboard pekanbaru, sewa billboard riau, sewa iklan pekanbaru, sewa iklan riau, sewa iklan, sewa reklame pekanbaru, sewa reklame riau, sewa billboard, spanduk, mini billboard, car billboard, spanduk




