Top Choice for Your Business

Klik untuk hubungi kami >> Contact Us

Apa itu Diet Karnivora? Kenali Aturan dan Risikonya

Dalam tujuan menurunkan berat badan, orang-orang akan memilih untuk berdiet. Adapun kini, banyak sekali jenis diet yang bisa dicoba, salah satunya adalah diet karnivora.

Melansir laman Verywellhealth, diet karnivora adalah tipe diet yang berfokus pada konsumsi produk hewani yang menghasilkan lebih sedikit lonjakan gula darah. Sebuah studi dari peneliti Harvard menyebut bahwa setidaknya ada 2.029 orang yang melakukan diet karnivora.

Lebih lanjut, berdasarkan wawancara yang berjalan dijelaskan alasan mengapa mereka menerapkan pola diet karnivora di antaranya adalah sebagai berikut.

>> Penurunan berat badan
>> fokus dan energi
>> Alergi
>> Kesehatan pencernaan
>> Performa atletik
>> Kesehatan mental
>> Diabetes

Adapun perubahan yang terjadi dalam kesehatan mereka yakni peningkatan kesehatan secara keseluruhan, tidur, fokus, energi, dan kejernihan mental.

Sesuai namanya, saat menjalani diet karnivora biasanya mereka bakal mengonsumsi daging dan produk hewani lainnya. Diketahui tujuan utama diet ini adalah menurunkan berat badan dengan mengonsumsi karbohidrat harian minimal.

Makanan yang bisa dikonsumsi saat menjalani diet karnovira adalah daging sapi, domba, ayam, telur, produk susu, ikan, dan daging organ.

Baca Juga  5 Manfaat Micin untuk Tanaman Kamu

Kendati demikian, diet satu ini tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang. Sebab, diet karnivora juga memikiki risiko kesehatan dan berdampak karena hanya mengonsumsi produk hewani.

Mereka yang tidak boleh menjalankan diet karnivora adalah penderita darah tinggi, kolesterol tinggi, hingga obesitas.

Memakan banyak daging dapat berisiko meningkatkan kelosterol jahat dan menempatkan kamu pada risiko lain seperti penyakit jantung. Selain itu, diet karnivora juga menyebabkan risiko sembelit karena sedikitnya serat yang terkandung.

Sebelum memutuskan untuk melakukan diet karnivora, periksa dulu kondisi tubuhmu agar diet tidak menimbulkan risiko yang buruk bagi kesehatan.

WhatsApp chat