Tidak disarankan untuk memendam perasaan, tetapi mengungkapkan apa yang ada di hati secara berlebihan juga tidak baik untuk kesehatan. Para ahli merekomendasikan untuk berlatih manajemen emosi.
Apa akibatnya jika perasaan cinta dipendam tanpa diungkapkan? Melansir Healthline, represi emosional atau menekan perasaan kerap dilakukan. Baik saat menghadapi penindasan maupun perasaan depresi.
Menekan emosi cenderung dilakukan untuk menjaga keadaan. Karena kemarahan dapat menghancurkan suatu hubungan, maka pilihlah untuk ditahan. Faktanya, perasaan tertahan oleh pertimbangan rasa malu dan penyangkalan.
Emosi yang sering ditahan antara lain marah, frustrasi, sedih, takut, dan kecewa. Pada dasarnya, emosi yang tersimpan dapat memicu anggapan negatif dari orang lain. Misalnya penilaian sebagai pemarah, pengecut, dan lain sebagainya.
Emosi negatif saat disimpan – meskipun tidak ada penelitian khusus yang dapat menyebabkan penyakit. Tetapi satu penelitian menghubungkan represi emosional dengan penurunan fungsi sistem kekebalan tubuh.
Jika sistem kekebalan tubuh tidak bekerja secara efektif, maka Anda bisa lebih sering sakit dan pulih secara perlahan. Perasaan yang tertahan juga mempengaruhi kondisi kesehatan, terutama yang berkaitan dengan kesehatan mental, seperti stres, kecemasan, dan depresi.
Masalah memendam perasaan juga terbukti menyebabkan masalah pada fisik atau tubuh. Seperti ketegangan otot hingga nyeri, mual dan masalah pencernaan, perubahan nafsu makan, dan masalah tidur. Lantas, apa yang menyebabkan kebiasaan memendam perasaan bawah sadar tetap dilakukan?
Trauma masa kecil juga berperan dalam membentuk kebiasaan tidak sepenuhnya mengungkapkan atau menyadari perasaan. Kemarahan yang tidak terselesaikan juga diduga berkontribusi terhadap berbagai penyakit seperti tekanan darah tinggi dan penyakit kardiovaskular.
Orang yang cenderung sulit mengatakan apa yang mereka rasakan adalah tanda sedang menekan emosi mereka. Biasanya, mereka merasa sulit untuk menggambarkan aspek kehidupan tertentu.
Tanda-tanda lainnya termasuk merasa mati rasa atau kosong, gugup, rendah diri, stres untuk waktu yang lama, cenderung melupakan sesuatu, gelisah dan tidak nyaman ketika orang lain membicarakan perasaannya.
Untuk mengatasinya, disarankan untuk berkonsultasi dengan terapis. Atau Anda bisa mulai dengan memahami dan menamai perasaan.
Metode ini disebut terapi fokus emosional (EFT) yang menekankan ekspresi emosional sebagai komponen penting dari pengalaman pribadi dan kemampuan untuk berhubungan dengan orang lain. Caranya, tanyakan pada diri sendiri tentang bagaimana perasaan Anda saat ini.
Coba gunakan kata-kata atau warna dalam jurnal Anda, bisa berupa teks atau karya seni. Gunakan sudut pandang ‘aku’.
Fokus pada hal-hal positif dengan tujuan menjadi lebih nyaman dengan emosi Anda, termasuk emosi negatif seperti marah, kecewa, dan takut. Tinggalkan penilaian atau kritik keras untuk diri sendiri.
Untuk Pemasangan Billboard, Hubungi kami di :
WhatsApp / Office : +62813 1076 1888
Address : Perkantoran Grand Sudirman Blok D-18 Jl. Setia Maharaja, Pekanbaru 28282 , Riau – Indonesia
Email : [email protected]
Web : www.swastikaadvertising.com
Falcon Advertising, Swastika Advertising, Advertising, advertising agency, advertising pekanbaru, advertising riau, agency iklan pekanbaru, agency iklan riau, baliho pekanbaru, baliho riau, Billboard, billboard indo, billboard indonesia, Billboard Pekanbaru, billboard Riau, billboard terjangkau, dooh, lokasi baliho pekanbaru, lokasi baliho riau, lokasi billboard pekanbaru, lokasi billboard riau, marketing, media, ooh, out of home advertising, periklanan, reklame, sewa baliho pekanbaru, sewa baliho riau, sewa billboard pekanbaru, sewa billboard riau, sewa iklan pekanbaru, sewa iklan riau, sewa iklan, sewa reklame pekanbaru, sewa reklame riau, sewa billboard, spanduk, mini billboard, car billboard, spanduk




