FALCON Advertising
Top Choice for Your Business

Klik untuk hubungi kami >> Contact Us

Akankah Kita Lebih Bahagia dengan Gaya Hidup Minimalis?

Falcon Advertising - 

Semakin banyak orang yang berminat untuk menjalani gaya hidup minimalis. Tren itu meningkat berkat popularitas Marie Kondo dengan metode KonMarinya. Lantas apa itu sebenarnya minimalisme? Apa benar bisa meningkatkan rasa senang?

Seperti disarikan dalam buku Marie Kondo berjudul The Life-Changing Magic of Tidying Up: The Japanese Art of Decluttering and Organizing, gaya hidup minimalis lebih mengutamakan meningkatkan pengalaman daripada hanya materi.

Misalnya, membaca buku, menonton film dokumenter, membaca majalah gaya hidup, seraya mengurangi pekerjaan, komunikasi, informasi dan kompetisi.

Marie Kondo sendiri mengamalkan gaya hidup minimalisnya dalam metode KonMari. Sesuai dengan namanya, metode KonMari mengamalkan nilai-nilai Jepang dan dirancang agar penganutnya mencukupi diri dengan barang-barang dan aktivitas yang lebih diperlukan.

Rick Hanson seorang psikolog yang terlibat dalam film dokumenter yang mengangkat tentang gaya hidup minimalis berjudul Minimalism: A Documentary About the Important Things beranggapan bahwa banyak orang yang menganggap materi sebagai sumber kebahagiaan dalam hidup.

“Saya pikir kita bingung tentang apa yang akan membuat kita bahagia. Banyak orang berpikir bahwa harta benda menjadi hal paling utama dan mereka berharap bahwa setiap rasa senang yang muncul atas itu dianggap sebagai kepuasan hidup,” katanya.

Baca Juga  Mengetahui Sejarah Viennetta, Es Krim Legendaris Generasi 90-an

Namun beberapa penelitian membantah anggapan besar tersebut. Penelitian Mario Pandelaere dari Universitas Ghent misalnya, dikutip psychologytoday.com, studi itu berusaha mengungkap hubungan antara materialisme dan depresi.

Lebih lanjut, Pandelaere mengungkapkan bahwa “materialis” rata-rata bukan orang yang paling bahagia. Bahkan, Rik Pieters dari Tilburg University mengungkapkan adanya hubungan antara materialisme dan meningkatnya rasa kesepian dari waktu ke waktu. Selain itu dalam penelitian tersebut juga membuktikan adanya korelasi antara materialisme dan kesepian juga depresi.

Sementara itu, gaya hidup minimalis hadir dengan gagasan melawan atau setidaknya mengurangi paradigma materialisme dan konsumerisme untuk melawan depresi. Para peneliti yang sudah dijelaskan sebelumnya, menggambarkan konsumsi berlebih seperti rasa lapar yang tak pernah terpuaskan.

Sedangkan masih menurut psychologytoday.com jika orang meninggalkan perilaku materialisme berlebihan dan hanya menyimpan barang-barang yang lebih bisa menambah nilai, “mereka dapat menjalani hidup yang lebih memuaskan.”

Untuk Pemasangan Billboard, Hubungi kami di :
WhatsApp / Office : +62813 1076 1888
Address : Perkantoran Grand Sudirman Blok D-18 Jl. Setia Maharaja, Pekanbaru 28282 , Riau – Indonesia
Email : [email protected]
Web : www.swastikaadvertising.com

Baca Juga  Trik Psikolog Agar Anak Gak Gampang Bosan #DiRumahAja

Falcon Advertising, Swastika Advertising, Advertising, advertising agency, advertising pekanbaru, advertising riau, agency iklan pekanbaru, agency iklan riau, baliho pekanbaru, baliho riau, Billboard, billboard indo, billboard indonesia, Billboard Pekanbaru, billboard Riau, billboard terjangkau, dooh, lokasi baliho pekanbaru, lokasi baliho riau, lokasi billboard pekanbaru, lokasi billboard riau, marketing, media, ooh, out of home advertising, periklanan, reklame, sewa baliho pekanbaru, sewa baliho riau, sewa billboard pekanbaru, sewa billboard riau, sewa iklan pekanbaru, sewa iklan riau, sewa iklan, sewa reklame pekanbaru, sewa reklame riau, sewa billboard, spanduk, mini billboard, car billboard, spanduk

WhatsApp chat