Nah, lima kuliner lokal berikut ini lebih populer di wilayah lain ketimbang daerah asalnya. Kira-kira, ada apa saja? Yuk, simak!
1. Nasi liwet solo
Sudah tahu? Nasi liwet sebenarnya lahir di Sukoharjo, salah satu kabupaten di Jawa Tengah yang letaknya berbatasan langsung dengan Kota Solo. Tepatnya, berasal dari Desa Menuran.
Berdasarkan sejarah, tadinya nasi liwet hanya dijual di wilayah itu saja. Sampai sekitar tahun 1934-an, nasi liwet mulai ditawarkan ke Solo. Alhasil, kuliner yang identik dengan sayur labu siam ini mulai disukai oleh banyak kalangan, termasuk raja beserta keluarga Keraton Surakarta.
2. Nasi krawu
Daging suwir dan taburan serundeng, ciri khas yang lekat sekali dengan nasi krawu. Makanan yang jadi kuliner khas Kota Gresik, ini ternyata berasal dari Madura, lho.
Dulu, masyarakat Madura mencoba mencari peruntungan dengan menjual nasi krawu di Kota Gresik. Antusiasme masyarakat setempat dalam menyambut kehadiran makanan nan lezat ini cukup tinggi, membuat nasi krawu dipatenkan sebagai kuliner khas Gresik.
3. Wingko babat
Sepasang suami istri bernama The Ek Tjong dan Loe Lan Hwa, memutuskan untuk hijrah ke Semarang karena terdampak Perang Dunia II. Di Semarang, keduanya menjual makanan bernama wingko.
Makanan berbahan dasar dari tepung beras ketan dan kelapa tersebut mulai dikenal, dan disukai oleh banyak orang. Untuk mengenang tanah kelahirannya, Loe Lan Hwa menyematkan kata babat menjadi wingko babat.
Babat sendiri merupakan kecamatan yang lokasinya berada di Lamongan, Jawa Timur.
4. Seblak
Tahu tidak? Makanan terbuat dari kerupuk yang direbus atau sekarang ini dikenal dengan panggilan seblak, sudah eksis sejak tahun 1940-an di daerah Sumpiuh, Jawa Tengah, lho.
Hingga akhirnya, sekitar tahun 2000-an, kerupuk rebus mulai booming di Bandung. Karena bumbunya yang identik dengan kencur, masyarakat setempat mulai mengenal makanan tersebut dengan panggilan seblak.
Seiring berjalannya waktu, seblak punya imej sebagai makanan atau jajanan khas dari Kota Bandung.
5. Tongseng
Hampir di setiap daerah mudah menjumpai makanan olahan daging yang disebut tongseng. Karena selalu diidentikkan dengan Kota Solo, banyak yang mengira jika tongseng berasal dari kota tersebut.
Menurut riwayat sejarah, tongseng berasal dari daerah tetangga Solo yakni Boyolali. Tepatnya berasal dari wilayah Klego. Konon, masyarakat setempat yang tak bisa selalu mengandalkan hasil bertani. Lambat laun salah satu warganya memutar otak dengan cara membuat, dan berjualan tongseng.
Mereka pun menjajakan kuliner identik dengan kuah santan bercita rasa manis-gurih tersebut ke Solo. Alhasil, nikmatnya tongseng selalu diidentikan dengan kuliner khas Solo.
Untuk Pemasangan Billboard, Hubungi kami di :
WhatsApp / Office : +62813 1076 1888
Address : Perkantoran Grand Sudirman Blok D-18 Jl. Setia Maharaja, Pekanbaru 28282 , Riau – Indonesia
Email : [email protected]
Web : www.swastikaadvertising.com
Falcon Advertising, Swastika Advertising, Advertising, advertising agency, advertising pekanbaru, advertising riau, agency iklan pekanbaru, agency iklan riau, baliho pekanbaru, baliho riau, Billboard, billboard indo, billboard indonesia, Billboard Pekanbaru, billboard Riau, billboard terjangkau, dooh, lokasi baliho pekanbaru, lokasi baliho riau, lokasi billboard pekanbaru, lokasi billboard riau, marketing, media, ooh, out of home advertising, periklanan, reklame, sewa baliho pekanbaru, sewa baliho riau, sewa billboard pekanbaru, sewa billboard riau, sewa iklan pekanbaru, sewa iklan riau, sewa iklan, sewa reklame pekanbaru, sewa reklame riau, sewa billboard, spanduk, mini billboard, car billboard, spanduk




