Top Choice for Your Business

Klik untuk hubungi kami >> Contact Us

5 Alasan Tidak Dianjurkan Memencet Jerawat

Memperparah jerawat

Saat Anda memencet kulit di sekitar jerawat, risiko mendorong kotoran, minyak, dan bakteri lebih dalam ke bawah kulit pun meningkat. Selain itu, bakteri di jari Anda juga ikut bergabung dan menyebabkan jenis jerawat baru yang berasal dari lapisan dalam kulit.

Menciptakan lebih banyak ruang infeksi

Ketika anda memencet jerawat untuk mengeluarkan nanahnya, anda mungkin berpikir sudah membersihkan seluruh area itu. Tapi kenyataannya ada kemungkinan anda masih menyisakan sedikit nanah dan itu akan menjadi tempat berkembang biaknya jerawat yang semakin meradang serta lebih besar.

Menyebabkan jaringan parut dan lubang

Munculnya jerawat secara dini akan menghambat penyembuhan. Hal tersebut menyebabkan hilangnya jaringan yang mendatangkan bekas luka permanen. Semakin sering Anda menggaruk dan memencet jerawat, semakin besar juga risiko timbulnya jaringan parut. Selain itu, hal ini pun bisa menyebabkan pitting jika Anda tidak segera menghentikannya.

Menjadi korban hiperpigmentasi

Hiperpigmentasi pasca inflamasi adalah salah satu efek samping umum dari jerawat yang pecah. Sementara hiperpigmentasi membutuhkan waktu berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun untuk hilang.

Mengundang lebih banyak jerawat

Nanah yang keluar dari jerawat akan bersentuhan dengan kulit. Adapun bakteri, minyak, dan kotoran yang terperangkap menyumbat pori-pori serta folikel rambut sehingga menyebabkan lebih banyak jerawat.

Baca Juga  Agar Tidak Mudah Sakit, Ini 7 Langkah Sederhana Menjaga Kekebalan Tubuh
WhatsApp chat