Bau mulut mungkin menjadi satu hal yang normal jika dialami setelah bangun pagi. Masalah itu biasanya dapat diatasi dengan mengubah kebiasaan hingga memerhatikan kebersihan gigi dan mulut secara rutin. Namun jika sudah rutin dibersihkan tapi bau mulut tidak kunjung hilang, mungkin masalah itu bisa menjadi pertanda bahwa kita menderita suatu penyakit.
Bau mulut atau dalam istilah medisnya disebut halitosis adalah kondisi yang umum dan bisa dialami siapa pun. Masalah yang satu ini tentu sangat mengganggu dan dapat mengurangi rasa percaya diri seseorang.
Penyebab dari bau mulut pun dapat bervariasi dan tak jarang sering terkait dengan masalah kesehatan tertentu.
Berikut sejumlah penyakit yang ditandai dengan gejala bau mulut.
1. Abses gigi
Abses gigi bisa jadi penyebab bau mulut yang persisten dan masalah ini tidak akan hilang sampai penyebabnya diatasi secara tepat. Abses gigi atau infeksi yang terdapat pada gusi ini seringkali menyerang area gusi, gigi hingga ke bagian akarnya.
Beberapa abses gigi mungkin tidak disertai dengan rasa sakit. Tapi pada kasus tersebut, bau mulut kronis bisa menjadi salah satu indikator pertama dari abses.
Jika tidak diobati, infeksi dari abses gigi dapat menyebar ke tulang rahang dan bahkan menyebar ke jantung hingga otak.
2. Infeksi sinus
Sinus menghasilkan lendir yang mengalir keluar dari hidung dan menawarkan perlindungan dari bakteri dan alergen. Namun ketika sinus ini mengalami gangguan atau terkena infeksi, kondisi itu bisa memicu produksi lendir berebihan, membuat lendir menguning, hingga hijau kental di hidung bagian dalam dan tenggorokan.
Untuk mengatasinya, penggunaan obat flu atau antialergi yang dijual bebas hingga kumur dengan air garam dapat membantu mengencerkan lendir yang mengendap di tenggorokan. Tapi jika gejalanya tidak membaik dalam waktu seminggu atau lebih, segera pergi ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
3. Refluks asam lambung
Masalah pencernaan seperti refluks asam juga ditandai dengan gejala awal bau mulut yang mengganggu. Biasanya hal itu dapat terjadi ketika isi perut beserta asam lambung naik ke kerongkongan. Zat yang naik ke kerongkongan itu bisa meninggalkan sisa asam di area itu dan mulut sehingga membuat napas jadi lebih bau.
4. Tanda diabetes
Peningkatan kadar gula darah (glukosa) di mulut dapat meningkatkan pertumbuhan bakteri dan hal itu memicu bau mulut, Gula darah yang lebih tinggi juga dapat merusak pembuluh darah, melemahkan gusi dan gigi serta membuatnya lebih rentan terhadap penyakit periodontal. Dalam hal ini, menjaga kadar gula darah tetap stabil dan mempraktikkan kebersihan mulut yang baik bisa membantu mengatasi masalah bau mulut.
Untuk Pemasangan Billboard, Hubungi kami di :
WhatsApp / Office : +62813 1076 1888
Address : Perkantoran Grand Sudirman Blok D-18 Jl. Setia Maharaja, Pekanbaru 28282 , Riau – Indonesia
Email : [email protected]
Web : www.swastikaadvertising.com
Falcon Advertising, Swastika Advertising, Advertising, advertising agency, advertising pekanbaru, advertising riau, agency iklan pekanbaru, agency iklan riau, baliho pekanbaru, baliho riau, Billboard, billboard indo, billboard indonesia, Billboard Pekanbaru, billboard Riau, billboard terjangkau, dooh, lokasi baliho pekanbaru, lokasi baliho riau, lokasi billboard pekanbaru, lokasi billboard riau, marketing, media, ooh, out of home advertising, periklanan, reklame, sewa baliho pekanbaru, sewa baliho riau, sewa billboard pekanbaru, sewa billboard riau, sewa iklan pekanbaru, sewa iklan riau, sewa iklan, sewa reklame pekanbaru, sewa reklame riau, sewa billboard, spanduk, mini billboard, car billboard, spanduk




