Mengirim pesan lewat WhatsApp, memang jadi salah satu alternatif termudah untuk bisa menjaga hubungan silaturahmi dengan orang tersayang. Apalagi, saat menggunakan WhatsApp, pesan pribadi kita bisa terlindungi dengan default Enkripsi End-to-End dan sepenuhnya privat.
Sehingga, kamu dapat merasa aman dan nyaman saat berkomunikasi dengan orang-orang tersayang. Memanfaatkan berbagai fitur WhatsApp, memungkinkan kamu mengekspresikan diri dalam banyak cara, mulai dari mengirim video HD atau pesan suara, menggunakan stiker pada pesan tertulis, menggunakan format pesan, hingga mengunggah status untuk berbagi momen kemenangan saat Hari Raya tiba.
Ucapan bagi keluarga yang tinggal jarak jauh, dari Kimbab Family
Kimbab Family adalah keluarga multikultural asal Indonesia dan Korea. Tinggal di Seoul, keluarga ini terdiri dari Appa Jay (berdarah Korea), Mama Gina (berdarah Indonesia), dan ketiga anak mereka. Mereka aktif membuat konten dengan menampilkan budaya Indonesia dan keseharian mereka di Korea.
“Dari jarak 5000 km, kami mengucapkan selamat Idulfitri 1445 H, mohon dimaafkan lahir dan batin. Semoga kita bisa bertemu lagi dengan Ramadan berikutnya, dan bisa berlebaran bersama di tahun depan. Selamat merayakan hari kemenangan, selamat berkumpul dengan keluarga, selamat makan ketupat opor dan kue Lebaran!”
Menurut Appa Jay dan Mama Gina: Kami pikir ketulusan adalah hal yang paling penting ketika menulis pesan yang bermakna untuk orang-orang tersayang. Pesan yang diisi dengan ketulusan seperti ini akan memperkuat ikatan antara kita dan orang yang kita sayangi, menciptakan hubungan yang lebih dalam dan pemahaman yang lebih kuat.
Ucapan maaf bernada humor, dari Bondol JPG
Bondol JPG adalah kreator konten muda dengan gaya khasnya yang memadukan unsur komedi ke setiap kontennya. Ia sering menggunakan bahasa gaul tahun 2000-an, membangkitkan nostalgia para penggemarnya.
“Ucapin Lebaran mah sama orang jauh atau yang jarang ketemu. Hari gini, kita mah tinggal WhatsApp kak, video call juga bisa. Kalo yang lain kadang ucapin Lebaran via chat, kalo saya mah demen banget pake fitur pesan suara dari WhatsApp. Kayak gini nih: “Assalamualaikum, maap sebelumnya nih enggak bisa pake kata-kata mutiara kaya yang laen. Intinyaa.. met Lebaran yaak! Maap lahir batin. Boleh enggak siihh gue mampir ke rumah nyobain opor nyokap lo? Yak yak.”
Menurut Bondol JPG: Kadang kalo menyampaikan pesan via chat, suka diartikan beda enggak sih oleh pembacanya? Makanya kalau gue mau nyampein sesuatu via chat ke beberapa orang, harus menyesuaikan gaya bahasa dengan yang biasa kita pakai.
Masing-masing punya gaya sendiri-sendiri– sama temen beda, sama keluarga juga beda. Yaa pinter-pinternya kita aja milih kata dan tanda baca di tiap chatnya. Jangan sampe chat ke grup keluarga pas Lebaran kayaq “maapin gue yak.” Wkwk.. Itu sih salah alamat.
Sesama Gen Z tetap perlu menjalin silaturahmi, ala Tsana
Tsana, yang juga dikenal dengan nama pena Rintik Sendu, adalah penulis muda Indonesia yang terkenal dengan karya-karyanya yang menyentuh dan dekat dengan kehidupan generasi muda. Salah satu ceritanya yang paling terkenal, “Geez & Ann,” yang awalnya ditulis di Wattpad, berhasil diadaptasi menjadi novel dan serial OTT pada tahun 2021.
“Halo! Aku Tsana, gimana puasanya sejauh ini? Udah ada crush yang ajak bukber, belum? Gapapa, kalau belum. Mungkin dia malu mau ngajak duluan, kamu aja gih yang bilang.”
“Ngomong-ngomong, bulan Ramadan selalu melekat dengan sebuah ucapan. Dari selamat berpuasa, selamat berbuka, sampai ucapan maaf bila ada salah yang disengaja ataupun enggak sengaja. Yang dituju juga beragam. Bisa kirim ke teman, pasangan, orang tua, atau ke mantan. Entah mantan kekasih atau mantan gebetan, yang jelas, ke beberapa orang yang dirasa udah lama nggak jalin komunikasi dengan kita.”
Gak jarang ucapan Lebaran jadi jembatan untuk bisa mendekatkan yang tadinya jauh, dan bisa merekatkan yang sempat asing. Ucapan yang sederhana, tetap bisa sampai di hati banyak orang sebagai perasaan yang sangat istimewa. Semoga semua hal yang baik selalu ikut dalam perjalanan. Semoga yang dirasa kurang baik, menuntun kita untuk mengerti tentang makna memaafkan.”
Menurut Tsana: Mulai dengan memori yang menarik perhatian. Misalnya: mengajak orang tersayang mengingat kembali memori yang pernah dilalui bersama untuk menghadirkan kembali kehangatan yang sempat terpisahkan.
Memberi kalimat pujian sederhana. Kesibukan seringkali menjauhkan kita dari orang tersayang, tapi dengan terus menyimak kehidupannya di media sosial, kita bisa memberi pujian bahwa apa yang mereka kerjakan adalah hal luar biasa. Sederhana, tapi bisa jadi sangat bermakna.
Untuk Pemasangan Billboard, Hubungi kami di :
WhatsApp / Office : +62813 1076 1888
Address : Perkantoran Grand Sudirman Blok D-18 Jl. Setia Maharaja, Pekanbaru 28282 , Riau – Indonesia
Email : [email protected]
Web : www.swastikaadvertising.com
Falcon Advertising, Swastika Advertising, Advertising, advertising agency, advertising pekanbaru, advertising riau, agency iklan pekanbaru, agency iklan riau, baliho pekanbaru, baliho riau, Billboard, billboard indo, billboard indonesia, Billboard Pekanbaru, billboard Riau, billboard terjangkau, dooh, lokasi baliho pekanbaru, lokasi baliho riau, lokasi billboard pekanbaru, lokasi billboard riau, marketing, media, ooh, out of home advertising, periklanan, reklame, sewa baliho pekanbaru, sewa baliho riau, sewa billboard pekanbaru, sewa billboard riau, sewa iklan pekanbaru, sewa iklan riau, sewa iklan, sewa reklame pekanbaru, sewa reklame riau, sewa billboard, spanduk, mini billboard, car billboard, spanduk




