FALCON Advertising
Top Choice for Your Business

Klik untuk hubungi kami >> Contact Us

10 Tahun Menabung dari Hasil Ngamen, Pemuda ini Ajak Ibunya Naik Haji

Falcon Advertising - 

Pemuda itu adalah Slamet Effendy (30), putra semata wayang Atmina (57). Pria tak tamat sekolah dasar ini, seakan ingin membuktikan, kalau memiliki kemampuan mewujudkan cita-cita sucinya, menjadi tamu Allah di Makkah.

Rumah sederhana bercat hijau di Dusun Krajan, RT3/RW3, Desa Kerpangan, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo ini menjadi saksi perjuangan Slamet untuk bisa pergi haji. Sehari-hari, Slamet berprofesi sebagai pengamen jalanan. Sedari kecil, Slamet sudah terbiasa dengan kerasnya kehidupan.

Pendidikan sekolah dasarnya pun tak sampai usai, setelah sang ayah meninggal karena sakit. Tepatnya saat Slamet kecil masih duduk di bangku kelas 1 sekolah dasar. Sang ibu, Atmina, kala itu juga tidak berpenghasilan tetap. Hanya mengandalkan upah memijat orang dewasa yang datang ataupun mengundangnya.

Kehidupan Slamet tentunya tak semulus anak-anak pada umumnya. Sedari kecil, ia sudah terbiasa bekerja keras dan membantu sang ibu. Sampai akhirnya, ia berjuang di jalanan, menjadi pengamen. “Dia itu baik. Suka membantu tetangga. Jika ada selamatan atau pengajian, dia yang rajin. Membantu menggelar tikar, atau hal lainnya,” terang tetangga Slamet, Yuyun Wahyuni, Sabtu (5/9/2020).

Baca Juga  Wow, Wanita Ini Rela Habiskan Uang Senilai Rumah Mewah demi Oplas

Dalam benak Slamet pun timbul sebuah cita-cita suci. Yakni pergi beribadah haji bersama sang ibu, Atminah. Sepuluh tahun terakhir, hasil ngamen ia kumpulkan untuk setoran biaya pennyelenggaraan ibadah haji (BPIH) yang mencapai Rp25 juta per-orang itu. Selain itu, penghasilan di jalan juga digunakan untuk biaya hidup sehari-hari.

“Saya tabung ke Ibu, sedikit demi sedikit selama sepuluh tahun. Saya daftarkan ibu dulu tahun 2018 lalu. Baru saya mendaftar Kamis (03/09/2020) kemarin,” tutur Slamet, menggunakan Bahasa Madura.

Lantaran tak bisa baca tulis, Slamet mendaftar haji dengan bantuan salah satu tetangga, yakni Yuyun Wahyuni. Keterbatasannya tentang baca-tulis dan kondisi fisik dan mentalnya yang sedikit mengalami kekurangan dibandingkan pemuda normal lainnya, tidak membuat Slamet patah semangat menabung untuk mendaftar haji.

Usai mendaftar haji, saat ini keinginan Slamet hanya satu. Yakni bisa berangkat bersama sang ibu, menjadi tamu Allah. Kendati ada jarak waktu pendaftaran, antara dirinya dan sang ibu. Ibunya mendaftar haji pada 2018 silam, sedangkan dirinya, baru mendaftar pada 2020.

Baca Juga  Viral, Seorang Istri Izinkan Suami Menikahi 3 Wanita Lain, Alasannya Bikin Publik Ngelus Dada

“Saya berharap ada toleransi dari pihak terkait. Sehingga bisa berangkat berdua bersama ibu, tidak terpisah. Dan semoga bisa berangkat lebih cepat,” kata pria 30 tahun ini.

Kini Slamet terus berupaya mengumpulkan uang dari hasil mengamen, melunasi sisa setoran BPIH setelah ia dan ibunya mendapatkan kuota kursi pemberangkatan ibadah haji.

Sumber : wartabromo.com

Untuk Pemasangan Billboard, Hubungi kami di :
WhatsApp / Office : +62813 1076 1888
Address : Perkantoran Grand Sudirman Blok D-18 Jl. Setia Maharaja, Pekanbaru 28282 , Riau – Indonesia
Email : [email protected]
Web : www.swastikaadvertising.com

Falcon Advertising, Swastika Advertising, Advertising, advertising agency, advertising pekanbaru, advertising riau, agency iklan pekanbaru, agency iklan riau, baliho pekanbaru, baliho riau, Billboard, billboard indo, billboard indonesia, Billboard Pekanbaru, billboard Riau, billboard terjangkau, dooh, lokasi baliho pekanbaru, lokasi baliho riau, lokasi billboard pekanbaru, lokasi billboard riau, marketing, media, ooh, out of home advertising, periklanan, reklame, sewa baliho pekanbaru, sewa baliho riau, sewa billboard pekanbaru, sewa billboard riau, sewa iklan pekanbaru, sewa iklan riau, sewa iklan, sewa reklame pekanbaru, sewa reklame riau, sewa billboard, spanduk, mini billboard, car billboard, spanduk

WhatsApp chat