Top Choice for Your Business

Klik untuk hubungi kami >> Contact Us

Langsung Tidur Setelah Sahur? Bisa Berdampak Buruk Pada Tubuh, Lho…

Saat menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan, umat muslim dianjurkan untuk sahur terlebih dahulu. Sahur adalah makan saat dini hari, lebih tepatnya sebelum azan Subuh berkumandang.

Sahur memiliki banyak manfaat, di antaranya sebagai pengisi sumber energi ketika menjalankan ibadah puasa dari terbit hingga terbenamnya matahari. Selain itu, sahur juga bisa menjaga daya tahan tubuh selama makanan yang dikonsumsi adalah makanan sehat bernutrisi.

Namun, karena diharuskan untuk bangun lebih awal saat sahur, kamu mungkin masih merasa mengantuk dan ingin tidur lagi setelah sahur.

Jika begini, kamu harus berhati-hati, karena langsung tidur setelah sahur justru akan menghilangkan semua manfaat sahur dan malah berdampak buruk pada kesehatanmu, lho.

Simak penjelasan Bob di bawah ini yuk, untuk tahu hal buruk apa yang mungkin terjadi ketika kamu langsung tidur setelah sahur.

Langsung tidur setelah sahur berpotensi menaikkan berat badan
Mungkin kamu pernah mengalami berat badanmu yang justru bertambah usai bulan Ramadan. Padahal, saat bulan puasa, kamu tidak makan dan minum selama kurang lebih 13 jam lamanya dalam sehari.

Ini bisa saja disebabkan oleh asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh ketika kamu sahur dan berbuka. Ditambah, beberapa faktor penunjang lain seperti langsung tidur setelah sahur.

Sebenarnya, beberapa penelitian menunjukkan bahwa langsung tidur setelah makan tidak berpotensi menaikkan berat badan. Namun, itu berlaku jika asupan makanan yang dikonsumsi sesuai dengan yang benar-benar dibutuhkan oleh tubuh.

Prof. Jeremy Barnes, seorang profesor di bidang promosi kesehatan dari Southeast Missouri State University, Amerika Serikat, mengatakan bahwa ternyata tidur setelah makan tidak selalu menyebabkan bertambahnya berat badan.

Baca Juga  Makanan Yang Kaya Akan Gizi

Namun, perlu diperhatikan bahwa tidur setelah makan bisa sangat berpotensi untuk menaikkan berat badan apabila asupan makanan yang masuk tidak sebanding dengan energi yang dikeluarkan.

Makanan yang tidak berubah menjadi energi inilah yang menyebabkan penumpukan dalam tubuh dan tentu saja berpengaruh pada berat badan seseorang.

Jadi, langsung tidur setelah sahur akan membuat berat badanmu bertambah jika menu sahurmu melebihi standar nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuhmu sebenarnya. Apalagi jika dilakukan terus menerus bahkan hingga 30 hari lamanya, bukan tidak mungkin jika berat badanmu naik drastis.

Langsung tidur setelah sahur berbahaya jika kamu memiliki GERD
Refluks asam atau Gastro-esophageal Reflux Disease (GERD) adalah kondisi di mana asam lambung kembali naik ke kerongkongan. GERD terjadi karena katup yang terletak di antara lambung dan kerongkongan tidak menutup sepenuhnya.

Hal ini biasanya disebabkan oleh perubahan posisi tubuh yang tadinya tegak menjadi telentang. Perubahan posisi tubuh ini mengakibatkan makanan yang belum sepenuhnya dicerna di lambung naik kembali ke kerongkongan.

Ciri-ciri GERD di antaranya adalah adanya rasa panas yang menjalar dari daerah lambung hingga ke dada bahkan ke kerongkongan. Selain itu, timbul rasa mual, sering berserdawa, perut terasa kembung, dan mulut terasa pahit.

Jika kamu merasakan gejala ini, kamu perlu waspada karena bisa jadi kamu memiliki GERD. GERD yang dibiarkan dalam waktu lama akan mengakibatkan penyakit asam lambung atau mag.

Sebaiknya hindari langsung tidur atau berbaring minimal 3 jam sesudah sahur. Ini akan memberikan waktu tubuhmu untuk mencerna makanan yang telah kamu konsumsi, sehingga kamu tak perlu khawatir dengan GERD.

Baca Juga  Gerakan Olahraga yang Dapat Menyebabkan Cedera Jika Tidak Dilakukan dengan Salah

Tidur setelah sahur justru akan menurunkan kualitas tidur
Kamu mungkin berpikiran bahwa kamu bisa mengganti waktu tidur yang berkurang akibat bangun lebih awal saat sahur dengan tidur lagi setelahnya.

Namun, hal ini justru keliru. Meskipun kamu harus bangun lebih awal saat sahur, bukan berarti kamu bisa langsung tidur lagi setelahnya. Bahkan, tidur tak lama setelah sahur sebenarnya bisa menurunkan kualitas tidurmu jika kamu tidak makan makanan yang tepat.

Makanan yang dikonsumsi saat sahur bisa menurunkan kualitas tidur jika makanan tersebut tersebut mengandung lemak yang tinggi seperti mi instan, nugget ayam, atau sosis. Makanan berlemak justru akan memunculkan perasaan gelisah yang mengakibatkan tidur tak nyenyak.

Terlebih, makanan tersebut adalah makanan yang tergolong butuh waktu lebih lama untuk dicerna. Bisa-bisa, selain menurunkan kualitas tidur, juga mengakibatkan GERD.

Mengantuk setelah sahur bisa diantisipasi dengan tidur lebih awal di malam hari dengan durasi 7 hingga 8 jam. Selain itu, tidur dengan waktu sebentar namun dilakukan beberapa kali saat siang hari (power nap) juga bisa mengatasi rasa kantuk setelah sahur.

Tidur setelah sahur bisa mengakibatkan berbagai penyakit berat
Langsung tidur setelah sahur ternyata punya dampak yang sangat buruk bagi kesehatan jika terus menerus dilakukan. Kebiasaan ini bisa memunculkan banyak penyakit seperti stroke, diabetes, serangan jantung, dan gangguan pencernaan.

 Penyakit stroke bisa terjadi karena kebiasaan langsung tidur setelah makan. Ini terjadi karena saat tidur, aliran darah yang mengalir ke otak harus sesuai kebutuhan.

Setelah makan, lambung harus bekerja untuk mencerna makanan. Jika lambung bekerja saat tidur, otomatis suplai aliran darah menjadi terbagi. Dalam jangka waktu panjang, hal ini akan menimbulkan otak kekurangan oksigen yang dibutuhkan dan menyebabkan stroke.

Baca Juga  Tahukah Kamu Apa Saja Manfaat Nanas yang Jarang Diketahui?

Selain stroke, diabetes juga bisa timbul akibat kebiasaan tidur setelah sahur. Kebiasaan ini dapat menyebabkan gula darah naik drastis, apalagi jika didukung oleh asupan makanan yang kaya akan kandungan gula.

Untuk menghindarinya, mengonsumsi makanan yang tinggi protein seperti telur, susu, daging, dan ikan bisa menjadi solusi. Selain itu, perhatikan juga asupan karbohidrat dan pilih karbohidrat yang kaya akan kandungan serat seperti beras merah, oat, dan kentang.

Serangan jantung juga berpotensi muncul jika melakukan kebiasaan tidur tak lama setelah sahur. Kebiasaan ini ternyata punya dampak yang serupa dengan meluapkan emosi yang meledak-ledak. Dampaknya tak main-main, yakni berupa peningkatan tekanan darah dalam tubuh.

Apabila tekanan darah ini terjadi dalam waktu yang lama, maka akan mengingkatkan resiko terserang penyakit kardiovaskuler, salah satunya adalah serangan jantung.

Hati-hati juga dengan gangguan pencernaan
Penyakit lain yang juga mengintai adalah gangguan pada pencernaan. Biasanya, lambung membutuhkan waktu kurang lebih dua jam setelah makan untuk mencerna makanan. Namun, ini bisa menjadi lebih lama jika tubuh dalam kondisi berbaring.

Akibatnya, lambung tak bisa mencerna makanan secara maksimal dan bisa menyebabkan gangguan pencernaan seperti sembelit atau diare. Ini juga bisa diperparah dengan asupan makanan tak seimbang yang masuk ke dalam tubuh.

Oleh karena itu, disarankan untuk menghindari makanan kaya lemak, tinggi gula, serta mengandung kafein dalam menu sahur selama bulan puasa.

WhatsApp chat