Top Choice for Your Business

Klik untuk hubungi kami >> Contact Us

Dilema Belanja Online Akibat Wabah Corona, Kamu Pernah Mengalaminya?

Berbagai hal yang berhubungan dengan jual beli membuat para pebisnis konvensional menjerit akibat Corona. Sepinya pengunjung yang datang dan tidak ada pembeli membuat mereka resah dan gelisah. Tidak seperti biasa mall, restoran, hotel, tempat wisata, dan jalan-jalan utama terlihat sepi dari lalu-lalang manusia dan kendaraan. Mereka enggan keluar rumah karena khawatir tertular virus Corona.

Namun bagi pemilik bisnis online imbas dari virus Corona ini sepertinya tidak terlalu berpengaruh. Ya, seperti kita tahu sistem cara jual beli online tidak mempertemukan langsung penjual dengan pembeli. Dan akhirnya pembeli konvensional pun banyak beralih ke toko online.

Meskipun begitu bisnis jual beli online ini tetap mengandalkan jasa ekpedisi atau pengiriman paket secara cepat seperti para ojek online, kecuali mereka yang memang memiliki ekspedisi sendiri akan lebih mudah lagi mengirimkan pesanan dan lebih cepat pesanan tersebut di terima pembeli.

Tapi pengalaman yang saya ceritakan disini mungkin sedikit berbeda dengan kenyataan yang ada di lapangan. Mungkin kita pernah mendengar keluhan kalau orderan ojek online saat ini sepi, anyep, sehari minimal 5 pelanggan masuk, sekarang dapat 1 orderan saja sudah beruntung, bahkan 1 orderan jarak jauhpun di bela-belain driver ojol demi mengejar setoran hariannya.

Pengalaman yang bikin saya ‘mangkel’ atau sedikit resah adalah ketika saat saya membeli sebuah perlengkapan aquarium, kebetulan filter air yang lama tiba-tiba tidak mau bekerja normal, sayapun memutuskan untuk beli baru di sebuah toko online yang cukup terkenal, dipercaya, dan memang kebetulan saya sudah terbiasa belanja di toko online ini.

Memang proses transaksi hingga pembayaran ke penjual tidak terjadi kendala apapun. Karena kita tahu ada beberapa jenis ikan jika tanpa filter udara di aquarium dia akan mengalami kesulitan bernafas bahkan bisa mati. Sayapun memilih menggunakan jasa kirim paket instan 3 jam agar barang cepat sampai di rumah.

Baca Juga  Berikut Manfaat Reklame Untuk Memajukan Bisnis dan Mengenalkan Brand

Tunggu punya tunggu, menjelang dua jam kok status pengiriman masih belum juga di jemput driver yang saya pilih. Sayapun menghubungi penjual dan bertanya kenapa barang yang saya beli belum juga dikirim. Setelah di telusuri masalahnya ternyata penjual kesulitan mencari driver yang ingin mengirimkan barang saya.

Duh, khawatir ikan saya pada mati saya coba push lagi ke penjual agar segera dicarikan driver pengganti. Dan, Alhamdulillah, beberapa menit kemudian status pada aplikasi barang yang saya pesan sudah dalam proses dikirim oleh driver.

Terasa aneh ya, disisi lain banyak driver mengeluh sepi orderan tapi saya malah kesulitan mencari driver yang bisa mengantar pesanan saya. Saya coba sempatkan bertanya kepada drivel ojol yang mengantar barang pesanan saya ketika sudah tiba di depan rumah dan di jawab: “Mungkin sebagian besar di wilayah penjual banyak para driver yang memilih tinggal di rumah karena khawatir tertular virus Corona, pak”, katanya.

“Biasanya kita tinggal di rumah, cari aman, kalau ada orderan kelewat mungkin kita lagi ketiduran..”.

Hm, menjadi serba salah memang berprofesi sebagai ojol, selain harus berjuang dan rela terpapar berbagai polusi di jalan, mereka juga tidak ingin menerima resiko apabila tertular virus Corona dengan memilih tinggal di rumah saja, tapi karena terlena dengan keadaan banyak orderan terlewatkan, disisi lain banyak driver ojol yang harus melunasi kreditan kendaraannya, telat sedikit ancaman ada di depan mata.

Baca Juga  5 Peregangan Tangan yang Perlu Dilakukan Pekerja Kantoran, yang Setiap Hari Duduk di Depan Laptop

“Habis mau gimana lagi, kalau kita ada di titik rame dilarang kumpul-kumpul oleh petugas. Terlebih sekarang ini banyak titik kuning, biru, bukan merah seperti biasanya. Merah pasti rame orderan, akhirnya kita tunggu orderan di rumah saja”, lanjut driver ojol ini menutup pembicaraan.

Nah, berdasarkan pengalaman saya ini apakah kamu pernah mengalaminya, atau malah di daerahmu ojek online tetap ramai seperti biasanya? Sampaikan komentar dan pendapatmu kawaaan.

WhatsApp chat